Munaslub Partai Golkar Siap Digelar di Yogyakarta

273
Ketua Ormas MKGR DIY Drs Gandung Pardiman MM, Jumat (01/12/2017), memberikan keterangan dalam konferensi pers kesiapan DIY menjadi tuan rumah munaslub. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar siap digelar di Yogyakarta pada sekitar pertengahan Desember 2017.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Ormas MGKR DIY yang juga Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Drs Gandung Pardiman MM, Jumat (01/12/2017).

“Kita siap menjadi tuan rumah dan akan sekuat tenaga menjadi tuan rumah yang baik agar semua peserta munaslub merasakan kepuasan lahir dan batin di Yogyakarta,” ujarnya dalam konferensi pers di sebuah resto kawasan Jalan Imogiri Timur.

Menurut dia, dipilihnya Yogyakarta karena sudah ada 31 DPD I Partai Golkar se-Indonesia menghendaki dan sepakat munaslub berlangsung di kota ini.

Selain itu, sarana dan prasarana yang dimiliki Yogyakarta juga memadai, termasuk ada hotel tempat penyelenggaraan munaslub yang bisa menampung lebih dari 4.000 tamu.

“Yogyakarta sebagai pusat perubahan dan dinamika, sangat mampu menciptakan rasa persaudaraan sesama kader. Kami berusaha sekuat tenaga munaslub lancar dan damai tanpa ada gesekan,” kata dia.

Apalagi, DPD Partai Golkar DIY berpengalaman menangani penyelenggaraan Rapimnas. “Kader Partai Golkar DIY sudah siap lahir dan batin memberikan pelayanan. Lebih dari  siap,” kata Gandung didampingi jajarannya.

Dia optimistis penyelenggaraan munaslub di Yogyakarta nantinya aman dan damai sekaligus menjadi momentum membangun kembali konsolidasi secara konstruktif  sehingga Partai Golkar bangkit lagi di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

“31 DPD sudah mendukung Pak Airlangga Hartarto. DIY sebagai pencetus kita siapkan deklarasi di tingkat satu maupun tingkat dua,” tambahnya.

Dukungan untuk Airlangga Hartarto dilandasi banyak pertimbangan, salah satunya sudah saatnya Partai Golkar ditangani oleh orang yang penuh dinamika supaya citranya terangkat dan semakin dicintai masyarakat.

“Di semua partai politik, pemimpin partai itu harus membawa beban partai, bukan membebani partai,” kata Gandung. (sol)