Musik Calung, Ikut Ramaikan Sosialisasi Operasi Progo

181
Polisi lalulintas bersama masyarakat membaur saat sosialisasi rencana Operasi Progo, Senin (30/10/2017). Operasi Progo digelar 1-14 November 2017. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Kepatuhan masyarakat menaati aturan lalu lintas saat ini meningkat cukup baik. Namun pelanggaran berlalu lintas terutama di kalangan pelajar masih harus mendapat perhatian.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP Maryanta, ditengah acara sosialisasi rencana operasi Zebra Progo, di depan Pasar Wates Senin (30/10/2017).

“Di Kulonprogo kepatuhan berlalu lintas, seperti penggunaan helm standar, menyalakan lampu utama bagi sepeda motor meningkat. Namun yang perlu kita perhatikan adalah pelanggaran lalulintas yang kebanyakan dilakukan oleh para pelajar masih tinggi,”ujarnya.

Oleh karena itulah berbagai operasi penertiban lalu lintas masih harus dilakukan termasuk operasi Zebra Progo yang akan dilaksanakan 1-14 November yang akan datang.

Senin (30/10/2017) jajaran Sat Lantas Kulonprogo menggelar sosialisasi tertib lalulintas, terkait rencana operasi Zebra Progo 2017 tersebut.

Berbeda dengan biasanya, sosialisasi ini membawa serta pengamen calung, guna lebih menarik perhatian masyarakat.

Sejak di jalanan depan Kantor Pemda, begitu upacara Sumpah pemuda di halaman Pemkab usai, langsung terdengar musik calung dari tim sosialisasi Sat Lantas Polres Kulonprogo ini.

Baca Juga :  ACT Sapa Warga Terdampak Erupsi Merapi

Beberapa poster imbauan tertib lalu lintas dibawa anggota Polwan. Dua badut yang menyertai tim juga menarik perhatian PNS yang bubar upacara. Demikian pula pengguna jalan banyak yang berhenti. Mereka tahu ada sosialisasi ketika Kasat Lantas Maryanta memberikan penjelasan sosialisasinya dengan pengeras suara.

Apa lagi ketika tim ini melakukan sosialisasi di depan Pasar Wates. Pedagang pasar banyak menyambut tim, bahkan tidak sedikit yang ikut njoget saat musik calung dimainkan. Para pedagang serta pengunjung berebut foto bersama badut dengan ponsel mereka.

AKP Maryanta menjelaskan, sosialisasi bertujuan agar masyarakat tahu bahwa 1-14 November di Kulonprogo akan dilaksanakan Oprasi Zebra.

“Masyarakat ketika akan bepergian dengan kendaraan agar menyiapkan segala sesuatunya. Baik surat kendaraan, helm dan lainnya. Agar ketika bertemu oprasi Zebra tidak kena tilang,” katanya.

Maryanta mengatakan, operasi ini juga merupakan salah satu cara sosialisasi dan pendidikan untuk tertib lalu lintas. Mentaati aturan lalu lintas tidak hanya saat ada operasi, namun seharusnya setiap berlalu lintas.

Baca Juga :  Sopir Bus yang Kabur Masih Diburu Polisi

Untuk operasi Zebra itu sendiri akan fokus di Jl. Brigjen Katangsa, Jl. Diponegoro Kota Wates serta di Jl. Daendels.

“Namun tim juga akan lakukan di tempat lainnya,” ujarnya.

Mengenai pelanggaran lalulintas di Kulonprogo dinilai masih tinggi. Lebih lebih di kalangan pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor.

“Untuk angka kecelakaan tahun 2017 ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Diantaranya yang meninggal akibat kecelakaan tahun ini ada 4 orang,”imbuh Maryanta.

Endang Setyaningsih, salah seorang pedagang pasar Wates mengaku tertarik dengan sosialisasi yang diiringi hiburan badut dan calung.

“Dengan cara itu maka sangat nampak, polisi dekat dengan rakyat. Sosialisasi jelang operasi juga bagus, karena kita diingatkan agar selalu bawa surat kendaraan dan kelengkapan lain saat berkendara. Juga kita larang anak anak yang belum punya SIM naik motor dijalanan yang ramai,” katanya. (SM)