Muslimat NU Bahas Pendidikan Berbasis Budaya

252
Workshop Pendidikan Berbasis Budaya, Sabtu (11/11/2017), di Gedung DPD RI DIY. (istimewa)

KORANBERNAS – Melalui kegiatan Workshop Pendidikan Berbasis Budaya, Sabtu (11/11/2017), jajaran pengurus Muslimat NU DIY membahas berbagai persoalan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPD RI DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta ini merupakan wujud kerja sama antara anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DIY, Hafidh Asrom, bersama Yayasan Pendidikan Muslimat NU DIY.

Dalam sambutannya, Hafidh Asrom menyampaikan, pemerintah daerah memiliki peran penting bagi pengembangan pendidikan berbasis budaya.

“Ada beberapa hal yang bisa dilakukan Pemerintah DIY. Membangun bangsa tidak lepas dari sumber daya manusia (SDM). Hal ini hanya bisa dicapai melalui pendidikan yang baik, pendidikan yang memiliki karakter kuat,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyusun kurikukum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sesuai dengan karakter dan budaya bangsa, khususnya budaya daerah.

“Kurikulum akan sangat menentukan arah pembelajaran bagi pendidikan, khususnya pada usia dini,” tambahnya.

Dia menegaskan, peran Pemerintah DIY sangat penting dan potensial untuk melakukan model pendidikan berbasis budaya tersebut.

Apalagi DIY memiliki Dana Keistimewaan (Danais) yang bersumber dari APBN, dan salah satu peruntukannya  di bidang kebudayaan, di mana pendidikan budaya merupakan salah satunya.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu mengembangan pendidikan berbasis budaya lokal untuk menguatkan karakter anak didik. Ini sekaligus untuk melestarikan budaya lokal yang positif. (sol)