My Generation, Film Milenial Serius Generasi Now

317
Pemain film 'My Generation' dalam Media Screening dan Gala Premiere di Hungry Monster Jogja JCM Sabtu (04/11/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Daftar film Indonesia yang tayang di bulan November akan semakin bertambah panjang. Satu film remaja berjudul ‘My Generation’ bersiap tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 9 November 2017 mendatang.

Film remaja bergenre drama romantis meski mengangkat realitas dunia remaja sebagai namun digarap serius oleh Upi Avianto. Bahkan sutradara yang menghasilkan sejumlah karya itu butuh dua tahun untuk melakukan riset sosial media untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Kehidupan anak jaman now-sebutan untuk jaman sekarang digarap Upi dengan banyak angle. Termasuk perbedaan karakter antar generasi now yang sangat gamblang dengan generasi old atau lama.

“Saya menggunakan riset lewat media sosial hingga kepercakapan-percakapan yang terjadi diantara anak muda yang memang merupakan obrolan yang terjadi saat ini karena anak-anak muda sekarang kebanyakan berbahasa secara bilingual Indonesia dan Inggris,” ungkap Upi dalam Media Screening dan Gala Premiere di Hungry Monster Jogja City Mall (JCM) Yogyakarta, Sabtu (04/11/2017).

Dicontohkan Upi, naskah untuk percakapan pun merupakan hasil riset intensif secara 2 tahun yang dilakukan Upi secara social media listening. Dia mengamati obrolan-obrolan yang terjadi di dunia maya yang memang bersentuhan dengan dunia generasi millenials secara random, tentang banyak hal baik orang tua, sekolah, lingkungan hingga teman-temannya, sehingga percakapan yang terjadi di film ini pun murni percakapan yang memang terjadi saat ini, tanpa merekayasa.

Hal itu buat Upi merupakan tantangan untuk membuat angle-angle yang berbeda dan untuk film remaja. Dia mengaku tidak ingin mengangkat seputar romantisme percintaan anak muda namun ingin mengangkat generasi millenials saat ini yang unik yang cukup menyedot perhatian masyarakat dari kacamata mereka.

Untuk mendapatkan percakapan natural untuk naskah di film yang diproduseri IFI Sinema, Upi tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media.

Upi mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film sehingga nantinya penonton akan mengetahui sudut pandang generasi millenials dalam menanggapi berbagai hal dalam dirinya secara real, yang ternyata sudah sangat jauh pemikiran dan tindakan mereka dari yang kita bayangkan.

“Ini merupakan sebuah realita hidup yang coba saya tuangkan dalam film, sehingga film ini bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenials tetapi memberikan referensi terkini bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat,” jelasnya.

Film tersebut dibintangi oleh 4 pemain muda yang menjadi bintang utamanya yaitu Bryan Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly) dan Lutesha (sebagai Suki). Selain itu deretan pemain senior yang menjadi orang tua yaitu Ira Wibowo dan Joko Anwar (orang tua Konji), Tyo Pakusadewo dan Karina Suwandhi (orang tua Zeke), Surya Saputra dan Aida Nurmala (orang tua Suki) dan Indah Kalalo (ibunda Orly).

Secara sinopsis, film ‘My Generation’ bercerita tentang persahabatan 4 anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Di awali dengan gagalnya mereka pergi liburan karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Ke-empat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Sementara Lutesha mengaku senang sekali bisa bermain film untuk kali pertama. Dia bahkan melakukan riset kecil-kecilan tentang panic attack.

“Suki memiliki krisis kepercayaan diri yang berusaha ia sembunyikan. Tetapi krisis kepercayaan dirinya semakin besar seiring dengan sikap orang tuanya yang selalu berpikiran negatif padanya,” tandasnya.

Adi Sumarjono, Produser IFI Sinema mengungkapkan, untuk meraih atensi publik terhadap produksi film terbarunya, pihaknya telah mempersiapkan beragam kegiatan yang sudah mulai dijalani secara intensif sejak awal minggu ini.

“Kami berharap film dengan jenis drama remaja yang mengangkat realitas generasi millenials saat ini dapat menjadi oase bagi penikmat film Indonesia, satu lagi film anak muda dengan angle yang unik dan berwarna,” imbuhnya.(yve)