Narkoba Sumber Petaka, Ini Contohnya

350
Bhabinkamtibmas Desa Bantul Bripka Winardi penyuluhan di SMK Nasional Bantul, Jumat (25/08/2017). (sari wijaya/koranbernas.id) 

KORANBERNAS.ID — Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas)  Desa  Bantul, Bripka Winardi dari Polsek Bantul Kota mengatakan,  generasi muda  termasuk kalangan pelajar harus menjauhi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

“Narkoba adalah sumber kesesatan dan malapetaka bagi penggunanya. Banyak sudah bukti nyata yang semestinya  menjadi pembelajaran bagi kita semua. Selain ancaman hukuman penjara, banyak  kasus miris akibat penyalahgunaan narkoba. Jadi semua harus menghindarinya,” kata Bripka Winardi saat  memberikan penyuluhan di SMK Nasional, Jumat (25/08/2017).

Tidak sedikit contoh di masyarakat, misalnya, pengguna narkoba terjangkit virus HUV/AIDS maupun terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan pihak perempuan paling banyak mengalami kerugian fisik ataupun psikis.

Baca Juga :  Ke Mana Larinya LPG Tiga Kilogram

“Karena itulah kepada adik-adik sekalian, khususnya yang perempuan, jangan mudah terlena dalam pergaulan yang tidak benar seperti penyalahgunaan narkoba. Juga jangan mabuk-mabukan,” kata dia.

Tidak kalah penting, dia juga berpesan  jangan mudah terkena bujuk rayu dari lawan jenis. Apalagi kemudian terlena dalam pergaulan yang tidak benar, karena ujung-ujungnya kaum perempuanlah yang jadi korban.

“Ya kalau yang  ‘memetik bunga’ sedang mekar itu bertanggung jawab. Lha kalau tidak? Jadi janganlah mudah dibujuk rayu, termasuk hati-hatilah menggunakan media sosial (medsos). Karena tidak jarang penipuan juga berawal dari medsos seperti banyak kasus yang mencuat dan dilaporkan ke pihak kepolisian,”tambah Bhabin teladan  Polda DIY  tahun 2017 tersebut.

Baca Juga :  Kirab Budaya Argorejo Disambut Antusias

Kepala SMK Nasional, Sri Purwanti SPd,  mengatakan kegiatan penyuluhan menghadirkan langsung aparat kepolisian supaya anak didik bisa memahami kemudian menjalankan pesan penyuluhan tersebut. “Total siswa yang ikut 150 anak kelas X dan XI,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan penyuluhan soal kesehatan reproduksi dan penyuluhan lain yang bermanfaat bagi siswa. Tentu dengan menggandeng pihak terkait, agar siswa semakin gamblang menerima materi serta bisa melakukan tanya jawab.

“Seperti penyuluhan yang dilakukan Bripka Winardi, siswa sangat aktif berinteraksi dengan narasumber dan juga mereka antusias mengikuti materi. Apalagi penyuluhan diisi pemutaran film dokumenter pendek mengenai bahaya narkoba termasuk kondisi penderita HIV/AIDS yang berakhir dengan kematian,” paparnya. (sari wijaya)