Nekat, Kades Ini Merampok di Akhir Masa Jabatan

335
Tersangka perampokan, oknum Kepala Desa Jatiluhur, berbaju oranye, setelah menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kebumen, Selasa (5/12/2017) siang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Tekanan  ekonomi seringkali  membuat seseorang berbuat nekat dan memalukan. Hal ini yang terjadi pada Ponco Sujatmiko (40), Kepala Desa Jatiluhur, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen.  Dia nekat merampok dan mencuri menjelang masa jabatannya habis. Lebih ironisnya, karena korbannya adalah warganya sendiri, seorang nenek berusia 74 tahun. Pelaku, akan pensiun Kamis (28/12/2017).

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti  Selasa (5/12/2017)  menjelaskan, penangkapan Kades Jatiluhur, dilakukan Selasa  (28/11/2017) sore  atau kurang dari sehari  setelah tersangka melakukan tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) di rumah korban Parsini.

“Aksi kriminal Kepala Desa ini terungkap beberapa jam  setelah korban Parsini melaporkan tersangka ke Polsek Rowokele,“ kata Titi Hastuti.

Penangkapan cepat dilakukan, karena korban sangat mengenal dengan dialek dan logat bicara dan postur tubuh tersangka. Antara korban dan tersangka bertetangga. Dari laporan korban, petugas melakukan penyelidikan yang akhirnya menemukan barang bukti hasil kejahatan pelaku.

“Tersangka melakukan aksinya dengan cara membekap mulut korban dari belakang dan mengambil uang sejumlah Rp 2 juta,“ kata Titi Hastuti.

Setelah melakukan penyelidikan gelar perkara di Polsek, tersangka kemudian diamankan pada sore harinya.  Tersangka melakukan pencurian dua kali terhadap  korban Parsini. Sebelumnya, pelaku juga mencuri uang Rp 200.000,  Minggu (26/11/2017).

Untuk mengaburkan aksinya, tersangka berpura-pura menenangkan korban saat terjadi pencurian sebelumnya. Selama ini korban tinggal sendiri di rumah. Uang yang dicuri tersangka merupakan kiriman dari anaknya yang tinggal di luar kota.

Hasil pengembangan penyidikan kasus ini, selain curas tersangka ini juga melakukan tindak pidana (curat) pencurian dengan pemberatan, dengan barang  bukti  laptop, kamera pocket di rumah perangkat desanya dengan kerugian ditaksir sebanyak Rp 35 juta.

Barang itu inventaris Pemerintah Desa Jatiluhur yang dibawa pulang perangkat desa setempat.

“Tersangka menjual barang hasil pencurian untuk melunasi hutang-hutangnya dan mencukupi kebutuhan ekonomi,” kata Titi Hastuti.

Penyidik di Satuan Reserse  dan Kriminal Polres Kebumen mengenakan tersangka melanggar Pasal 365 KUH Pidana  dengan ancaman hukuman selama-lamanya sembilan tahun. (SM)