Nenek Berusia 93 Tahun Ini Tinggal di Rumah Keropos Akibat Dimakan Rayap

146
Mbah Wongso saat diungsikan oleh anggota TNI dengan sepeda motor, Jumat (23/03/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Di balik gemerlap Kota Yogyakarta yang dipenuhi gedung-gedung bertingkat terselip ironi yang mungkin terasa getir. Tapi inilah kisah nyata, sebuah realita kehidupan yang benar-benar dialami oleh Mbah Wongso.

Nenek berusia 93 tahun ini sudah bertahun-tahun tinggal di rumahnya yang keropos akibat dimakan rayap. Rumah tersebut berada di tengah permukiman padat wilayah RT 47 RW 08 Gambiran Kelurahan Pandeyan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Sebenarnya, rumah tersebut sudah tidak layak ditempati. Selain berukuran kecil dan terbuat dari anyaman bambu, kondisinya juga cukup membahayakan anggota keluarganya karena sewaktu-waktu bisa roboh.

Namun demikian, Mbah Wongso memilih membiarkan rumahnya seperti apa adanya lantaran tidak memiliki dana untuk merenovasinya.

Di luar dugaan, Jumat (23/03/2018), lansia ini ibarat memperoleh durian runtuh. Rumahnya dijadikan sasaran kegiatan TMMD (Tentara Manunggal Masuk Desa) 101 Reg ke-101 TA 2018 Kota Yogyakarta yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Umbulharjo.

Baca Juga :  Bahkan Mendagri pun Sindir Pembangunan Hotel

Program TMMD yang dilaksanakan Kodim 0734/Yogyakarta bersama instansi terkait dan masyarakat itu memang menargetkan sasaran fisik dan nonfisik, meliputi rehab rumah tidak layak huni, renovasi MCK serta pembuatan talud di sepanjang Sungai Gajah Wong dengan panjang kurang lebih 86 meter.

Tim Satgas TMMD ke-101 Reg TA 2018 membongkar rumah Mbah Wongso, untuk direhab. (istimewa)

Wadanramil 07/Umbulharjo Lettu Inf Surono mengatakan, Satgas TMMD Kodim 0734/Yogyakarta memang sudah membidik rumah Mbah Wongso.

“Rumah Mbah Wongso dimasukkan daftar oleh Sertu Ari Fitrianto selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Umbulharjo Kodim 0734/Yogyakarta,” kata Lettu Inf Surono saat memimpin koordinasi Tim Satgas TMMD ke-101 Reg TA 2018 mendatangi rumah Mbah Wongso.

Lansia itu pun bersyukur tempat tinggalnya akhirnya dapat diperbaiki. Demikian pula putrinya, Suratinah (52), yang sehari-hari mendampingi Mbah Wongso.

Baca Juga :  Sejumlah Luweng Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Menurut dia, program TMMD ini sangat membantu kehidupan rakyat kecil. “Kami tidak pernah menyangka bisa terpilih dan mendapat bantuan rehabilitasi rumah melalui program TMMD. Selama ini, kami seolah sudah pasrah dengan nasib yang tak kunjung membaik,” ungkap Suratinah.

Mengingat rumah tersebut segera direhab, anggota Satgas TMMD ke-101 mengungsikan Mbah Wongso ke rumah putrinya, dengan cara diboncengkan sepeda motor oleh Sertu Ari Fitrianto, karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi. (sol)