Ngaku Wartawan, SN Peras Pertamina

530
SN (tengah) yang mengaku sebagai wartawan mempraktekan saat menerima uang hasil pemerasan dari pihak Pertamina saat rekonstruksi yang dilakukan oleh Polsek Sedayu, Kamis (25/1/2018) menjelang tengah malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Mengaku sebagai wartawan dari sebuah media online “SKM Buser” yang berpusat di Jakarta, laki-laki berinisial SN (33 tahun) asal Trucuk, Klaten melakukan tindak pemerasan kepada PT Pertamina wilayah Sedayu. Saat transaksi, Pertamina diwakili Hariyanto (48 tahun) menyerahkan uang Rp 500.000 di SPBU Candi Mas, SN langsung dibekuk oleh Timsus Polsek Sedayu dipimpin Katim Iptu Agus Supraja SH, Kamis (25/01/2018) malam.

Karena sebelumnya Pertamina melaporkan hal tersebut dan berkoordinasi dengan Polsek sedayu. Turut diamankan pula, ST (44 tahun) yang saat kejadian bertindak sebagai sopir SN dan turut duduk di coffe shop SPBU Candi Mas

Mobil dan dua orang berikut barang bukti uang Rp 500.000 dibawa petugas ke Polsek Sedayu. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan termasuk olah TKP dipimpin Kanit Reskrim Iptu Arujianto. Hingga saat ini SN dan ST masih menjalani pemeriksaan dan penahanan di Mapolsek Sedayu.

Kepada koranbernas.id yang datang ke lokasi semalam, SN mengaku kalau dirinya benar-benar wartawan dan bukan wartawan gadungan. Bahkan dirinya mengaku memiliki koordinator untuk wilayah DIY.

Baca Juga :  Berbekal Lampu Senter, Tim Pemantau Jentik Nyamuk Turun ke Dusun

“Saya wartawan asli, ini ada kartu persnya,” kata SN seraya menyerahkan kartu pers yang juga ada gambar pistolnya tersebut.

Kartu pers SN (sari wijaya/koranbernas.id)

Dirinya mengaku di wilayah Sedayu sedang melakukan investigasi terkait kasus tangki ‘kencing’. Namun saat di cek ke alamat website media yang disebutkan tidak ada berita dimaksud.

Bahkan di website itu tidak ada juga up date berita per desk ataupun per daerah sebagaimana media online pada umumnya. Begitupun saat ditanya organisasi wartawan apa yang diikutinya, SN justru berbelit-belit. Bahkan mengaku semua yang mengurus kartu pers adalah pihak Jakarta dan dia tidak tahu-menahu.

“Kalau soal berita belum dibuat karena harus saya lapor ke pemimpin saya,” katanya lagi.

Namun etelah ditunjukan bukti pemerasan yang dilakukan, pria bertato itu tidak bisa berkelit lagi. Apalagi SN dan komplotannya juga diketahui melakukan pemerasan di Pertamina wilayah Boyolali hingga 20 juta , juga pemerasan wilayah Klaten. Tadi malam pihak Pertamina dari wilayah Boyolali juga sempat datang ke Polsek Sedayu. Setelah ditelusur SN sempat pula berurusan dengan Polres Klaten di tahun 2010 silam pada kasus yang lain.

Baca Juga :  Suntik Kawin Gratis Ini Tingkatkan Populasi Sapi

Sementara Kapolsek Sedayu Kompol Sugiarta Amd mengatakan oknum yang mengaku wartawan tersebut sore hari menghubungi pihak Pertamina dan meminta untuk bertemu malam harinya.

Akhirnya tercapai kesepakatan untuk bertemu di SPBU Candi Mas. Saat bertemu, SN sempat menceritakan kasus yang terjadi di wilayah Boyolali, tentang penambangan pasir Merapi dan juga cerita lainnya. Barulah kemudian yang bersangkutan jadi meminta uang yang diakui akan digunakan untuk keperluan operasional di Jakarta.

“Awalnya mau dikasih Rp 400. 000, namun kemudian terjadi tawar menawar dan uang yang diberikan pak Hariyanto akhirnya Rp 500.000. Saat itulah kita lakukan penangkapan,”kata Kapolsek. Selanjutnya kasus diserahkan ke penyidik reserse untuk penanganan lebih lanjut. Termasuk pengembangan kemungkinan adanya jaringan. (yve)