Nih, PAD Wisata Bantul Jauh Lampaui Target

300
Wisatawan memadati Pantai Parangtritis saat musim liburan yang berakhir Senin (1/1/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Selama tahun 2017 arus wisatawan yang masuk ke Kabupaten Bantul mencapai 3 juta orang. Angka  tersebut naik 200.000 orang dibanding tahun 2016 yang tercatat 2,8 juta wisatawan.

Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) wisata juga mengalami peningkatan yang signifikan. Jika tahun 2016 terealisasi Rp 13 miliar, maka 2017 hingga 31 Desember membukukan angka Rp 16,68 miliar. Jumlah ini  ini  melebihi target 2017 sebesar Rp 13,75 miliar atau tercapai 121 persen lebih.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemasaran Bantul, Ni Nyoman Yudi Riani SET mengatakan dari capaian PAD Rp 16,68 miliar yang menyumbang terbesar tetap dari bentangan kawasan pantai selatan Bantul mulai sebelah  barat Pantai Pandansimo hingga Pantai  Parangendog (Parangtritis) di ujung timur.

“Paling banyak pengunjung tetap di kawasan pantai selatan Bantul. Kendati saat malam pergantian tahun baru lalu, untuk menghindari kemacetan sempat di buka gratis beberapa jam di TPR Parangtritis agar arus lancar. Namun demikian PAD tetap tercapai bahkan lebih dari target yang ditentukan,”kata Ni Nyoman didampingi Kasi Analisis Pasar dan Kerjasama C Issri Putranti kepada koranbernas.id di kantornya, Selasa (02/01/2018).

Baca Juga :  MI Ma’arif NU Pancasan Pawai Ta'aruf Sambut Ramadan

Tertinggi menurut Nyoman adalah PAD Parangtritis yakni Rp 14,01 miliar dengan 2,7 juta pengunjung. Angka ini naik dari realisasi tahun 2016 sebesar Rp 9,8 miliar. Sedangkan untuk pantai bentangan barat PAD tercatat Rp 2,47 miliar dengan 641.115 pengunjung. Jumlah ini naik dari pendapatan tahun 2016 sebanyak Rp 1,53 miliar. Untuk Goa Selarong tercapai PAD Rp 132,69 juta dengan 38.016 pengunjung, naik dari 2016 dengan capaian PAD Rp 108,7 juta. PAD untuk Goa Cerme tercapai Rp 35,19 juta dengan 9.784 pengunjung. Pendapatan ini turun dari pendapatan tahun 2016 yang mencapai Rp 41,2 juta.

“Pada tahun 2018 ini kita tetap mengandalkan bentangan pantai selatan Bantul untuk pengumpul PAD. Tentu kita akan tambah dengan berbagai atraksi wisata maupun penambahan ikon wisata agar menarik wisatawan. Misalnya di Parangkusumo dengan penambahan tulisan dan ikon gunungan. Kita juga akan menambah spot-spot selfi sehingga pengunjung juga bertambah,”kata Nyoman.

Baca Juga :  Usai Kondangan, Sejumlah Warga Diduga Keracunan

Sementara itu Tanti menambahkan inovasi dalam sektor pariwisata juga diperlukan sehingga menarik wisatawan. Seperti di Manggunan dimana setiap Sabtu-Minggu ada Pasar Sabtu Minggu (Sami).

Para pedagang menggunakan pakaian tradisional dengan jualan adalah makanan minuman tradisional. Para pembeli sebelum transaksi membeli koin yang  terbuat dari kayu dan koin ini yang digunakan untuk transaksi di Pasar Sami.(SM)