Nih yang Patut Dicontoh dari SMA Negeri 2 Bantul

1019
AKBP Imam Kabut Sariadi SIK

 

KORANBERNAS.ID–Sebuah  langkah konkret dan nyata dilakukan oleh SMA Negeri 2 Bantul dalam memerangi genk di lingkungan sekolah. Caranya adalah menggelar deklarasi anti genk dipimpin perwakilan siswa Dhimas Mahendra Wijaya dan diiikuti 752 siswa di sekolah yang berlokasi di Jalan RA Kartini tersebut, Jumat (22/09/2017).

“Kita menggelar deklarasi sebagai upaya untuk memerangi genk. Walaupun di sekolah ini tidak ada genk, tetapi kita tetap melakukan upaya nyata dan juga sebagai sarana mengingatkan kepada siswa agar tidak mudah terprovokasi seandainya ada pihak lain yang memancing keributan,”kata Drs Isdarmoko M.Mpar Kepala Sekolah SMAN 2  Bantul kepada koranbernas.id di kantornya, Sabtu (23/09/2017).

Hal ini menurut Isdarmoko penting dilakukan. Jangan sampai sekolah yang sudah kondusif dan bersih dari genk tersebut, ada siswanya yang terpancing ulah provokasi dari luar.

“Selama ini sudah banyak prestasi yang ditorehkan oleh SMAN 2 Bantul baik bidang akademik ataupun non akademik. Jangan sampai prestasi yang diraih itu hancur karena ulah siswa yang tidak bertanggung jawab ataupun terpancing upaya provokasi dari luar sekolah yang merugikan kita. Jadi harus ada komitmen bersama dari keluarga besar SMAN 2 Bantul untuk tidak terlibat genk manapun dan tidak terpancing  seandainya ada provokasi dari pihak manapun,” tandasnya.

SMAN 2 Bantul droping air bersih di Gunungkidul. (istimewa)

Sementara itu Kapolres AKBP Imam Kabut Sariadi SIK memberikan apresiasi atas deklarasi pelajar anti genk  di SMAN 2 Bantul. Diharapkan hal tersebut bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Sehingga tercipta situasi yang kondusif di kalangan pelajar Bantul.

“Selalu hati-hatilah dalam berteman, agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik. Selain genk, hindari juga bentuk pelanggaran hukum lain seperti narkoba ataupun tawuran,”kata Kapolres.

Maka sekiranya siswa mendengar ada informasi peredaran narkoba ataupun tawuran di kalangan pelajar, bisa segera diinformasikan kepada jajaran kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Sebelumnya, keluarga besar OSIS SMAN 2 Bantul melakukan kegiatan berbagi air bersih 7 tangki di Desa Tungu, Panggang, Gunungkidul.

“Kegiatan siswa berbagi ini, awalnya ada proposal dari warga Gunungkidul yang ditujukan ke sekolah. Proposal ini kemudian ditindak lanjuti oleh OSIS. Semua kegiatan dibiayai oleh OSIS dengan cara patungan siswa,”kata Wakasek Yakun Paristri, S.Pd. Tujuannya tentu untuk mengasah kepekaan sosial para siswa kepada sesama yang membutuhkan. (SM)