Novie Jadi Lulusan Terbaik Berkat Rawat Ibu

227
Novie Arista (yve)

KORANBERNAS.ID — Novie Arista tidak menyangka, perjuangannya merawat ibunya yang sakit-sakitan ternyata berbuah manis. Meski harus membagi waktu untuk bekerja, kuliah sekaligus membawa ibunya berobat secara rutin karena penyakit komplikasi, mahasiswi program studi (prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Kependidikan Ilmu Pendidikan dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ini berhasil menjadi lulusan terbaik program Sarjana (S1) dengan predikat cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Akademik (IPK) 3,96 pada wisuda periode November 2017 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (11/11/2017).

Perempuan asal Purworejo kelahiran November 1994 tersebut mengaku perjuangannya untuk bisa lulus bukan perkara mudah.Saat menyelesaikan skripsi di libur Lebaran, Novie harus bolak-balik rumah sakit. Kondisi kesehatan ibunya tiba-tiba drop dan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Belum sembuh benar, ganti ayahnya yang masuk rumah sakit beberapa minggu kemudian.

“Saya ingat betul bagaimana rasanya lebaran di rumah sakit. Merawat ibu sambil mengerjakan tugas akhir dan kemudian beberapa minggu kemudian disusul ayah yang masuk rumah sakit,” ungkapnya disela wisuda.

Namun perempuan yang bercita-cita menjadi tenaga pendidik ini tidak putus asa. Novie yakin Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuannya.
Kerja keras tersebut akhirnya terbayar saat namanya diumumkan menjadi wisudawan terbaik dan diberi kesempatan untuk mem erikan sambutannya dihadapan 1.170 lulusan lainnya.

Keyakinan tersebut sudah terpatri selama hidupnya saat melihat keteguhan sang ayah selama 35 tahun lebih menjalani pekerjaannya sebagai guru. Sudiyono yang seorang guru SD tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum pada peserta didik termasuk dirinya namun juga mendidik mereka untuk memiliki akhlak yang baik, berkarakter serta memahami serta mengamalkan ilmu agama.

“Empat tahun lagi beliau(ayah-red) purna, sudah hampir 35 tahun bapak mengabdi. Sekarang giliran saya meneruskan perjuangannya,” paparnya.

Rektor UAD, Dr Kasiyarno mengungkapkan dalam wisuda kali ini, IPK tertinggi diraih dua lulusan PGSD sekaligus. Selain Novie, lulusan terbaik lainnya diraih Rosita Dewi dengan IPK 3,96.

“Sedangkan lulusan tercepat diraih yuniarti astuti dari farmasi dengan lama kuliah tiga tahun, sepuluh bulan dan dua puluh dua hari,” imbuhnya.(yve)