NU Gunungkidul Kutuk Aksi Teror Bom

153

KORANBERNAS.ID — Jajaran Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Gunungkidul mengutuk keras aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya.

Semua pihak diminta tenang dan lebih mengedepankan pemikiran langkah antisipasi agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

Ketua PC NU Gunungkidul, Arif Gunadi, mengatakan prinsipnya secara pribadi maupun warga NU pihaknya mengutuk keras penyebar teror.  Dengan alasan apapun, aksi tersebut tidak boleh ditoleransi.

“Mereka para dalang teror harus mendapatkan ganjaran sampai di akherat. Mereka akan ditimpa masalah besar dan harus mempertanggungjawabkan,” kata Arif Gunadi, Minggu  (13/05/2018).

Menurut dia, jika ada oknum di balik peristiwa tersebut harus dilakukan penyelidikan dan proses hukum. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar kejadian di Surabaya tidak memicu permaslahan sosial atau memicu konflik baru.

“Jangan sampai ada percikan permusuhan sehingga memicu terjadinya konflik antarumat beragama,” pintanya.

Bahkan dia mendorong aparat yang mempunyai kepentingan penegakan hukum yakni Polri dan TNI untuk mengantisipasi prefentif agar kejadian serupa tidak terjadi di Gunungkidul dan umumnya di Indonesia.

“Aksi teror bom akan menciderai nilai kemanusiaan dan persatuan serta mengancam sisi harmoni kehidupan,” ujarnya.

Tidak lama lagi memasuki bulan suci Ramadan sehingga perlu dijaga ketenangan batin masyarakat. Muslim dan non-muslim selama ini sudah hidup berdampingan di masyarakat sehingga jika ada permasalahan diselesaikan dengan baik.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady menegaskan, pasca-bom gereja di Surabaya kegiatan patroli diintensifkan. Obyek vital termasuk rumah ibadah menjadi perhatian serius. (sol)