Nuklir Belum Banyak Jadi Kajian PT

209
Kepala BAPETEN, Prof Jazi Eko Istuyanto MSc PhD menyampaikan paparannya usai Seminar Nasional Cyber Security untuk Keselamatan dan Keamanan Nuklir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (06/11/2017).(yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Hingga saat ini belum banyak perguruan tinggi (PT) yang melakukan kajian tentang nuklir. Padahal banyak sektor kehidupan yang kini memanfaatkan nuklir.

“Nuklir memang belum banyak jadi kajian perguruan tinggi,” ujar Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Prof Jazi Eko Istuyanto MSc PhD usai Seminar Nasional Cyber Security untuk Keselamatan dan Keamanan Nuklir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (06/11/2017).

Karena itulah BAPETEN mencoba menggandeng PT untuk ikut berperan melakukan berbagai kajian nuklir serta mensosialisasikan pemanfaatan teknologi nuklir yang semakin pesat.

Hal itu dilakukan karena BAPETEN tidak hanya menitiberatkan pada tiga pilar pengawasan seperti peraturan, perizinan dan inspeksi namun juga teknologi informasi.

Baca Juga :  Jabatan Kades di 17 Desa Kosong, Diisi PNS 

PT perlu mengetahui serta memahami keamanan dan keselamatan penggunaan nuklir dalam bidang teknologi informasi, terutama terkait keamanan sistem informasi. Selain itu pada sisi keamanan jaringan sistem informasi.

Apalagi sekarang ini belum ada ilmu khusus keselamatan nuklir di PT. Bahkan pembahasan terkait ilmu keselamatan nuklir juga jarang dilakukan karena PT lebih banyak mengajarkan dasar-dasarnya.

“Banyak mahasiswa yang mengaku tidak diajarkan terkait ilmu keselamatan nuklir meski menempuh pendidikan teknik nuklir. Ilmu tersebut adanya baru pada tingkat magister. Padahal meski setelah lulus para mahasiswa ini tidak bekerja di dunia nuklir, tetap ilmu tersebut sangat bermanfaat,” tandasnya.

Jazi berharap dengan adanya kerjasama dengan PT maka akan semakin banyak generasi muda yang menguasai dasar-dasar ilmu keselamatan nuklir. Dengan demikian mereka memiliki kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam pemanfaatan nuklir.

Baca Juga :  Satpol PP Segel Tower Seluler Tak Berizin

Selain kerjasama PT, BAPETEN juga menerapkan sistem keamanan nuklir berbasis cyber security. Sebab potensi ancaman pemanfaatan tenaga nuklir tidak sebatas tindakan secara fisik namun melalui jaringan komputer.

“Cyber security diharapkan bisa meningkatkan keselamatan dan keamanan penggunaan nuklir,” paparnya.

Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Sainteks) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Agung Fatwanto mengungkapkan, BAPETEN perlu terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan teknologi nuklir.

“Termasuk aspek keselamatan nuklir kepada masyarakat, imbuhnya.(yve)