Nyeri Hilang, Penderita Syaraf Terjepit Justru Harus Waspada

15951

KORANBERNAS.ID—Umumnya, keluhan penyakit yang tidak tertangani semakin lama akan semakin menjadi. Tapi untuk kasus syarat terjepit atau dalam dunia medis lebih dkenal dengan istilah Hernia Nukleus Polpusus (HNP), bisa berbeda cerita. Penderita umumnya merasakan nyeri berkepanjangan di sekitar leher, menjalar hingga telapak tangan dan lengan saat awal serangan dimulai. Tapi masa menyakitkan ini, suatu saat bisa menghilang dengan sendirinya.

“Tapi ketika rasa nyeri itu hilang, sesungguhnya penyakitnya bukan berkurang apalagi sembuh. Sebaliknya itu awal fase berikutnya yang lebih parah,” kata dr Wiradharma Arief SP.BS, dokter ahli bedah syarat dari RS Siloam Yogyakarta, Senin (06/08/2018).

Fase “menipu” ini, kata dr Wiradharma, dalam banyak kasus mengelabui para penderita syarat terjepit. Mereka mengira bahwa penyakitnya sudah berkurang dan bahkan sembuh, sehingga tidak segera melakukan pengobatan.

Padahal, penyakit syarat terjepit atau HNP, sama halnya dengan penyakit-penyakit lainnya, apabila dapat ditangani sejak awal akan meningkatkan peluang mencapai kesembuhan dengan lebih mudah.

Saat tahapannya masih awal yakni sebagian besar baru terasa nyeri di sekitar tulang belakang dan sekitar leher serta di sekitar pantat, pengobatan secara medis dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan yang sesuai, serta fisioterapi.

Baca Juga :  Lupus, Penyakit Unik yang Sulit Dideteksi

Tapi apabila sudah memasuki fase lanjut, yakni hilangnya rasa nyeri, kemudian disusul gejala berupa kesemutan yang berkepanjangan di punggung menjalar hingga paha dan telapak kaki, maka tindakan media harus dilakukan dengan operasi.

“Tentu tindakannya lebih serius yakni dengan operasi. Secara medis, tidak ada teknik lain kecuali operasi. Tapi teknologi kedokteran sekarang sudah sangat maju. Operasi syarat tidak lagi harus membedah besar. Cukup bedah kecil saja. Tingkat keberhasilannya juga semakin tinggi karena kemajuan teknologi,” katanya.

Penyakit HNP, menurutnya, bisa terjadi di manapun dalam tubuh manusia. Tapi kebanyakan kasus ini muncul di sekitar tulang belakang.

Kasus syarat terjepit, umumnya terjadi karena adanya bantalan tulang belakang yang mengalami penonjolan ke arah syarat tulang belakang yang membujur dari leher hingga tulang ekor.

Penonjolan bantalan tulang ini, dapat terjadi karena faktor usia (penuaan), faktor cidera, atau faktor bekerja terlalu berat. Faktor-faktor ini, juga bergulindam atau saling mempengaruhi dengan faktor kebiasaan hidup sehari-hari. Seperti kurang minum air putih, terlalu lama duduk kurang aktivitas fisik dan bahkan kebiasaan merokok atau wanita yang dulunya terlalu sering melahirkan.

Baca Juga :  Waspadai Gejala Kebutaan pada Anak-anak

“Kurang minum dan merokok, secara teoritis mempercepat penuaan dan mengurangi kelenturan atau fleksibilitas pada bantalan-bantalan tulang. Kalau bantalan tulang menua, ketika ada pergerakan tubuh sedkit ekstrem, maka bantalan akan menonjol dan tidak bisa kembali dengan sempurna. Nah, penonjolan bantalan tulang inilah yang kerap mengancam dan menjepit syarat,” jelas dr Wiradharma.

Kasus HNP, katanya, cenderung terus mengalami peningkatan. Parahnya, kebanyakan pasien yang dating berobat sudah dalam fase serius, karena mereka tertipu dengan gejala yang tidak mereka pahami.

“Karena itu, sangatlah penting sosialisasi dan penjelasan dari dokter terhadap masyarakat. HNP bukan penyakit mematikan. Tapi kalau tidak tertangani dengan baik, tentu akan terus lebih parah hingga menyebabkan kelumpuhan. Kalau sudah lumpuh jelas akan mengurangi produktivitas dan mengurangi kebahagiaan hidup,” pungkasnya. (SM)