NYIA Harus Gunakan Tambang Lokal

259
Tony HP berorasi minta agar PT AP menggunakan hasil tambang lokal. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puluhan pengusaha tambang lokal Kulonprogo, Senin (07/11/2017), beramai-ramai mendatangi Pemkab Kulonprogo.

Mereka mendesak agar pembangunan NYIA (New Yogyakarta International Airport) mengedepankan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) lokal Kulonprogo.

Mereka yang tergabung dalam kelompok Gerbang Bintang Selatan datang dan berorasi menggunakan pengeras suara.

Seorang perwakilan Gerbang Bintang Selatan, Toni Hari Prasetyo, mengatakan pihaknya bukanlah kelompok provokator yang ingin menghalang-halangi proyek NYIA yang saat ini sedang berjalan.

Mereka justru ingin mendorong warga Kulonprogo turut menyiapkan diri sebaik mungkin menyambut kehadiran bandara.

“Kami ingin ada Keputusan Presiden atau sejenisnya, yang memerintahkan dengan tegas, agar proyek tersebut mengoptimalkan potensi daerah, baik SDM maupun SDA yang ada,” kata Tony  di halaman kantor bupati.

Baca Juga :  Begini Meriahnya Konser Istimewa Bersama Tulus

Mereka melihat kenyataan, saat ini proses pembangunan proyek NYIA banyak menggunakan SDM yang bukan berasal dari Kulonprogo.

Bahkan ada banyak material bangunan diambil dari Purworejo dan sejumlah wilayah lain. “Kami ingin pengambilan material tersebut dihentikan,” tegasnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo memberikan apresiasi dan rasa senangnya dengan adanya dukungan dari Gerbang Bintang Selatan tersebut.

Dia memahami betul maksud tersurat dan tersirat, dari apa yang mereka sampaikan. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, untuk terus berjuang membangun Kulonprogo, terutama lewat penerapan beragam jalan, salah satunya Bela Beli Kulonprogo.

Sekretaris Proyek NYIA, PT AP I, Didik Tjatur,  mengungkapkan hal itu sudah dikomunikasikan ke PT Pembangunan Perumahan sebagai rekanan pelaksana tahap awal.

Baca Juga :  Indonesia Tempat Pelatihan Program KB

Dia menilai, secara umum apa yang diinginkan oleh Gerbang Bintang Selatan bisa diakomodasi, namun tetap harus mengikuti standar prosedur yang berlaku. (sol)