Obat Pabrik Mahal Herbal Solusinya

Siswa MAN 5 Sleman Berlatih Olah Jamu Tradisional

78
Siswa dan guru MAN 5 Sleman berlatih membuat jamu kristal jahe merah. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Obat-obatan buatan pabrik memang mahal harganya. Salah satu solusi mengatasi mahalnya harga obat adalah beralih ke penggunaan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan atau herbal.

“Apalagi efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional jauh lebih kecil dibandingkan dengan obat kimia pabrikan,” ungkap Mudrikah SAg MPd I di sela-sela mendampingi siswa MAN 5 Sleman mengikuti pelatihan herbalisasi dan mengolah jamu tradisional di Ruang AVA madrasah setempat, Senin (26/09/2018).

Selaku ketua panitia acara itu, Mudrikah menyampaikan tujuan pelatihan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa dan guru tentang jamu dan obat herbal serta keterampilan membuatnya.

Pelatihan yang digelar oleh Sekolah Adiwiyata Tingkat  Nasional dan Sekolah Sehat Tingkat DIY kali ini diikuti 80 peserta berasal dari perwakilan setiap kelas dan juga guru.

“Kegiatan bertema Kita Wujudkan Hidup Sehat, Kreatif Menuju Adiwiyata Mandiri ini diselenggarakan oleh UKS MAN 5 Sleman bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan praktisi herbal,” ungkapnya.

Kepala MAN 5 Sleman Drs Aris Fu’ad menyampaikan, saat ini pengobatan secara alami menggunakan tanaman obat menjadi tren di masyarakat. Banyak warga mulai mengolah tanaman menjadi obat tradisional, mulai dari  jamu ataupun  obat, dalam bentuk cairan  langsung minum atau dikemas bubuk.

Baca Juga :  Kantor Baru Kecamatan Kalasan Cukup Megah

“Semoga dengan pelatihan ini siswa MAN 5 Sleman dapat memanfaatkan dan mengolah tanaman obat yang sering digunakan untuk jamu atau obat tradisional, dapat meningkatkan kesehatan siswa dengan memanfaatkan tanaman obat tradisional serta meningkatkan kepedulian siswa dan guru terhadap lingkungan hidup dengan menanam tanaman obat,” ujar Aris Fu’ad.

Cahya Prihantama selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Sleman menyampaikan pentingnya tanaman obat keluarga (Toga) besertanya manfaatnya. Toga adalah berbagai jenis tanaman yang ditanam oleh keluarga di lingkungan rumah yang mempunyai khasiat penyembuhan atau obat.

“Toga berfungsi sebagai apotek hidup yang dimanfaatkan oleh keluarga untuk mengobati gangguan kesehatan sederhana,” kata Cahya, sapaan akrabnya.

Kepala MAN 5 Sleman Drs Aris Fu’ad membuka pelatihan. (istimewa)

Lulusan Fakultas Kedokteran UGM ini menambahkan tempat racik obat tradisional harus bersih. Kemudian, gunakan air berkualitas untuk diminum. Pemilihan bahan yang digunakan pun harus benar dan bersih.

Baca Juga :  Verifikasi Selasa, Parpol Lama mulai Ketar-Ketir

Dia juga memberikan tips agar jamu atau obat  herbal aman dan efektif digunakan.

Dalam kesempatan itu praktisi herbal, Sarjono, mempraktikkan cara membuat jamu segar yang aman, bermutu dan bermanfaat. Dipilih minuman kunir asem dan kristal jahe merah. “Mari berperilaku sehat dengan mulai mengonsumsi jamu atau obat herbal,” ajaknya.

Ketua kelompok organisasi Bima Sejahtera yang memproduksi jamu dan obat-obatan herbal beralamat di Gesikan Merdikorejo Tempel Sleman itu menyampaikan, penggunaan obat herbal mampu menekan biaya pengobatan. Prosesnya juga mudah, murah, sederhana dan aman.

Guru MAN 5 Sleman, Tumiran SPd, menambahkan pada pelatihan herbalisasi ini peserta memperoleh banyak pengetahuan baru seputar jamu dan obat herbal. Mereka pun berkesempatan berdiskusi dan bertanya langsung ke narasumber tentang jamu atau obat herbal.

Diskusi berlangsung hangat. Banyak pertanyaan terlontar mulai dari efek samping obat tradisional, konsumsi jangka panjang maupun jenis-jenis Toga untuk mengobati keluhan kesehatan ringan hingga penyakit berat. Peserta juga mendapat contoh resep herbal. Pelatihan diakhiri minum jamu secara bersama-sama. (sol)