Obat Tak Berizin dan Kedaluwarsa Masih Beredar

89
Petugas Pemkab Kulonprogo melaksanakan operasi terpadu di pasar, Senin (21/05/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pedagang makanan atau barang kebutuhan hidup sering mengaku tidak mengetahui barang yang dijualnya melanggar ketentuan, ketika diperiksa oleh petugas Sat Pol PP serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya.

Sebenarnya pedagang pernah diberitahu mengenai barang yang dilarang dijual karena kedaluwarsa dan lainnya, namun hal tersebut kurang diperhatikan. Akhirnya, perlindungan konsumen terbaikan.

Sewaktu digelar operasi terpadu Sat Pol PP Kulonprogo, Senin (21/05/2018), petugas menemukan sejumlah obat tanpa izin edar di Pasar Brosot Kecamatan Galur serta Pasar Legi Maesan Desa Wahyuharjo Kecamatan Lendah.

Kepada petugas, pedagang mengaku tidak tahu barang yang dijual itu melanggar peraturan. Dia juga berhanji tidak akan menjual lagi obat tanpa izin tersebut.

Penjual obat tanpa izin edar di Pasar Brosot, Suyadi (60), kepada wartawan mengaku tak tahu produk yang dia beli dari seorang sales asal Cilacap Jawa Tengah ternyata tak memiliki izin edar.

Baca Juga :  Anak-anak Bertaruh Nyawa Demi Menuntut Ilmu

Dia mengaku baru dua kali membeli produk tersebut untuk dijual kembali. “Karena nggak tahu jadi saya diam saja. Saya jualnya satu boks Rp 15 ribu. Tadi petugas mengarahkan untuk lebih berhati-hati. Ketika sales datang lagi diminta untuk melihat identitasnya,” kata dia.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kulonprogo, Qumarul Hadi, menuturkan pengawasan kali inin dilakukan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Dinas Perdagangan.

Sasarannya adalah bahan pangan, obat-obatan serta kosmetik kedaluarsa, mengandung zat berbahaya serta tak memiliki izin edar.

“Di Pasar Brosot, kami menemukan lima boks obat tradisional tanpa izin edar dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM). Setiap boks berisi 15 sachet. Sedangkan di Pasar Legi Maesan, kami menemukan empat kemasan obat kulit tanpa izin edar. Bahkan sudah melewati batas kedaluarsa,” ujar Qumarul.

Baca Juga :  GPK Khitoh Memilih Vakum

Beberapa tahun lalu, di Kulonprogo sempat marak ditemukan obat tanpa izin edar. Sejumlah instansi terkait akhirnya turun tangan mengendalikan peredarannya sampai bersih.

“Penemuan kali ini akan segera kita koordinasikan dengan BBPOM serta Dinkes. Kita akan ketatkan pengawasan terhadap obat-obatan tanpa izin edar,” katanya.

Petugas juga menemukan sejumlah makanan serta kosmetik kedaluarsa, ketika melakukan pengawasan di Pasar Legi Maesan. Ada mi instan delapan bungkus serta bedak enam botol yang melebihi batas kedaluwarsa.

Pengawasan oleh petugas terpadu ini dimaksudkan untuk menegakkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. (sol)