Olahraga Belum Jadi Gaya Hidup

335
Marheni Dyah Kusumawati bersama narasumber usai membuka pelatihan di Ros In Hotel Yogyakarta, Selasa (29/08/2017). (dwi suyono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dra Marheni Dyah Kusumawati MPd, merasa prihatin olahraga belum menjadi kebutuhan serta gaya hidup masyarakat.

“Dari sekitar 257 juta jiwa penduduk Indonesia baru 25 persen yang menyenangi olahraga, bagaimana bibit-bibit atlet tumbuh apabila olahraga belum menjadi gaya hidup,” ujarnya, Selasa (29/08/2017) malam, di Ros In Hotel Yogyakarta.

Tatkala membuka kegiatan Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional dan Prestasi di Yogyakarta, dia mengakui kondisi ini berbeda dengan dulu.

Ketika itu, jargon “memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat” terasa benar-benar menyatu dalam kehidupan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, sekarang ini anak-anak muda bahkan orang tua cenderung bermain gadget ketimbang berolahraga.

Bagi Kemenpora, inilah tantangan untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Banyak cara ditempuh, salah satunya melalui gelaran Gowes Nusantara 2017. Event itu dimaksudkan untuk menggelorakan kembali olahraga di Tanah Air.

“Sekarang sudah mulai kelihatan, tumbuh sekolah-sekolah sepak bola. Memang, manfaatnya tidak bisa dipetik saat ini, butuh waktu lima tahun ke depan,” paparnya.

Suyadi Pawiro selaku panitia menyatakan, kegiatan ini diikuti 115 peserta dan berlangsung tiga hari Selasa hingga Kamis (29-31/08/2017). Adapun narasumber Tjung Hauw Sin dari Padang Sumatra Barat serta Satya Darma Madjid dari Jakarta. Sedangkan narasumber dari DIY antara lain Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid. (sol)