Olahraga Ini Berbahaya bagi Lansia

660

KORANBERNAS.ID — Agar tetap sehat dan bugar, para lanjut usia (lansia) butuh berolahraga. Tetapi, pilih jenis olahraga yang sesuai kondisi fisik. Seyogianya hindari olahraga yang menguras banyak tenaga seperti lari-lari, loncat-loncat dan sifatnya kompetitif.

Hal itu disampaikan Dr dr H Probo Suseno SpPD GER (K) menjawab pertanyaan peserta ceramah kesehatan lansia di Rumah Sehat Lansia (Rusela)  Rabu (25/10/2017) pagi.

Di hadapan puluhan lansia RW 01 Serangan Kelurahan Notoprajan Kecamatan Ngampilan Yogyakarta, Dr Probo menyebutkan, beberapa olahraga yang mestinya tidak dilakukan para lansia di antaranya tenis lapangan.

“Tenis itu cukup berat. Larinya berat, ditambah pukulannya juga berat sehingga bisa menguras tenaga,” kata dia.

Tenis juga sangat berbahaya bagi lansia yang mengidap penyakit jantung. Juga badminton yang harus menggunakan kecepatan tinggi memburu shuttle cock dengan ayunan pukulan juga berat. Demikian pula olahraga berkuda, kalau jatuh bisa fatal.

Olahraga yang tepat untuk lansia adalah rutin jalan kaki pagi hari atau bersepeda di tempat yang aman. Bisa juga bersepeda di tempat dengan peralatan yang mudah dibeli di toko-toko olahraga.

Lansia, menurut Probo, jangan memaksakan berolahraga yang tidak sesuai kemampuan fisiknya karena bisa berakibat fatal bahkan bisa berakhir dengan kematian.

Lebih baik lagi lakukan olahraga yang sesuai usia dan kondisi fisik serta dilaksanakan gembira sambil menyanyi misalnya.

Pada kesempatan itu, dokter ahli lansia tersebut menyampaikan tanda-tanda fisik yang harus diwaspadai karena berkait dengan kesehatan serius.

Di antaranya kehilangan darah dalam jumlah banyak dari salah satu bagian tubuh, batuk darah  atau kencing darah, muntah darah, berak darah maupun berak warna hitam.

Lansia RW 01 Serangan Kelurahan Notopraja, Ngampilan. (arie giyarto/koranbernas.id)

Munculnya warna kebiru-biruan pada bibir dan kuku jari perlu diwaspadai, termasuk pusing dan merasa hampir pingsan saat berdiri, nyeri hebat, kaku kuduk, tidak dapat kencing sehari atau lebih.

“Bila mengalami nyeri mencekam di dada, menjalar ke  leher dan bahu harus cepat diantisipasi dengan pertolongan dokter, Itu salah satu tanda yang bersangkutan kena penyakit jantung,” kata dia.

Bila seseorang merasakan hal-hal seperti ini disarankan segera mendapat pertolongan medis. Makin cepat ditangani akan semakin besar harapan gangguan kesehatan bisa tertangani. Kalau tidak, selain harus menderita panjang, juga membutuhkan biaya sangat banyak.

Rusela berada di bawah Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta secara operasional ditangani Puskesmas Umbulharjo I.

Setiap Rabu dan Sabtu ada ceramah kesehatan dengan peserta bergilir dari 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Setiap Sabtu pagi diselenggarakan senam lansia bersama di depan Rusela diikuti sekitar 75  lansia terutama di sekitar Rusela. (sol)