Ombak Besar Hantam Perahu 1 Nelayan Tewas, 2 Luka Berat

133
Nelayan tewas dalam perawatan di Pos SAR Pantai Baron, Rabu (21/03/2018). (Sutaryono/koranbernas.id)

 

KORANBERNAS.ID–Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Gunungkidul. Perahu yang ditumpangi nelayan di Pantai Baron, dihantam ombak besar. Akibatnya, kapal  pencari lobster ini terbalik, menyebabkan 1 nelayan tewas dan 2 luka berat.

Peristiwa ini terjadi Rabu (21/03/2018) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Para korban semuanya nelayan yang menumpangi kapal naas tersebut. Korban tewas, Wasidi (50) warga Dusun Wonosobo  II Desa Banjarejo Kecamatan Tanjungsari. Sedang korban luka berat meliputi Sukamto (38) warga Dusun Rejosari RT 04 RW 02 Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari, dan Sumono (43) warga Dusun Sumuran RT 02 RW 03 Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari.

Dua nelayan luka berat akibat tubuhnya menghantam batu karang, kini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.

Sedangkan korban tewas, setelah mendapat pemeriksaan polisi dan tim medis tidak ada tanda yang mencurigakan. Sehingga langsung diserahkan ke keluarganya untuk dikubur.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto menjelaskan,  mendasarkan keterangan salah seorang saksi, Heri (34) yang juga seorang nelayan, peristiwa itu berawal ketika 3 orang nelayan kapal “Maju Jaya” berangkat dari Pantai Baron untuk mencari udang lobster di perairan kawasan Pantai Sanglen.

Baca Juga :  Buka Bersama Pererat Silaturahim

Namun naas, sesampainya di kawasan Pantai Sanglen, tepatnya timur Pantai Baron berjarak sekitar 3 km, kapal dengan nahkoda atau tekong Sukamto ini berjalan terlalu ke tepi yang selama ini ombaknya cukup besar, sehingga kapal langsung di hempas ombak besar.

Kapal nelayan ini tidak mampu menahan kuatnya gulungan ombak, dan akhirnya terbalik setelah sebelumnya sempat membentur karang. Akibatnya, kapal yang terbuat dari fiberglas ini, hancur. Tiga orang nelayan yang menumpang kapal itu, tanpa komando segera melompat dari kapal dan menyelamatkan diri dengan berenang ke arah tepi pantai.

Dua nelayan masing-masing Sukamto dan Sumono, meskipun harus berjuang keras, mampu berenang hingga tepi pantai, meski tubuhnya sempat terseret ombak dan membentur batu karang.

Baca Juga :  PT KAI Menambah Petugas Pemeriksa Rel

Namun Wasidi, meskipun sudah puluhan tahun menjadi nelayan dan terbiasa menantang maut di tengah laut, tidak mampu berenang hingga tepi pantai.

“Korban sebenarnya sudah berenang dan berusaha ke tepi pantai, namun mendadak ombak besar kembali menghantam tubuhnya, sehingga terhempas dan akhirnya, tenggelam,” jelas Surisdiyanto.

Tim SAR yang mengetahui kejadian ini segera melakukan pertolongan. Namun, ketika ditemukan, Wasidi sudah meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi ke pos SAR Satlinmas di Pantai Baron. Sementara dua orang korban selamat Sukamto dan Sumono dilarikan ke RSUD Wonosari karena mengalami luka berat akibat benturan batu karang.

Terpisah, Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono mengakui, beberapa hari terakhir gelombang memang besar. Pihaknya sudah mengimbau nelayan untuk lebih berhati-hati saat melaut.

“Kami terus mengimbau kepada nelayan untuk waspada dan jangan nekat jika cuaca sedang tidak bersahabat,” kata Marjono. (SM)