OP Beras Digelar, Harga di Pasaran Tetap Mahal

232
Warga membeli beras eceran di Pasar Tanjung Juwiring, Selasa (16/01/2018). (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Program operasi pasar (OP) beras yang digelar pemerintah di Kabupaten Klaten ternyata belum bisa menekan harga. Terbukti hingga hari ketiga pelaksanaan op pada Selasa (16/01/2018) harga beras di pasar tetap tinggi

Seperti yang terjadi di pasar Delanggu. Menurut H Mulyono, salah seorang pedagang beras operasi pasar beras yang dilaksanakan Jumat (12/01/2018) tidak ada pengaruh tehadap harga beras.

“Tidak ada pengaruh dengan operasi pasar. Harga tetap tinggi. Kalau saya menjual tergantung jenis dan kualitas beras,” katanya.

Dia menambahkan harga beras yang dijual ada yang harga Rp 10.000/kg, Rp 11.000/kg dan Rp 12.000/kg. Sedangkan jenis Mentikwangi dijual dengan harga Rp 13.000/kg.

Baca Juga :  “Wah Jamurnya Iso Kemriyuk"

Senada terjadi di Pasar Wedi. Di pasar itu kegiatan OP beras yang dilaksanakan Senin (15/1) sepi peminat. Warga mengklaim tidak berminat membeli beras karena warna beras kekuningan dan tidak jauh berbeda dengan beras jatah (raskin). Meski harga telah ditentukan Rp 9350/kilogram namun animo warga untuk membeli tetap kurang

Demikian juga di Pasar Tanjung Juwiring. Warga disekitar pasar mengeluhkan mahalnya harga beras meski operasi pasar telah digelontorkam serentak pada Jumat. Namun harga tetap tidak terpengaruh. “Katanya sudah operasi pasar tapi harga kok tetap mahal,” kata Sumiyati

Terpisah, Suhatmi, pedagang beras di Pasar Tanjung mengaku dirinya menjual beras jenis C4 seharga Rp 12.000/kg karena harga dari selepan (penggilingan padi) juga sudah Rp 11.500/kg. (yve)

Baca Juga :  Pemkab Terus Kembangkan Forum Pengurangan Resiko Bencana