OPPO dan J&T Express Salurkan Rp 6 M ke ACT

Untuk Warga Terdampak Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala

102
Direksi OPPO dan J&T Express menyalurkan bantuan lewat ACT. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng), perusahaan smartphone ternama OPPO dan penyedia jasa pengiriman J&T Express menyalurkan donasi kemanusiaan.

Masing-masing memberikan sejumlah Rp 4 miliar dan Rp 2 miliar, untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin, menyambut baik perhatian dan kepedulian dua perusahaan tersebut untuk masyarakat terdampak gempa dan tsunami.

“Tidak perlu berlarut dalam kepiluan. Bertubi-tubinya cobaan adalah momentum untuk menjadikan insan yang lebih baik dan lebih peduli. Dana kepedulian ini akan dioptimalkan membantu penyediaan layanan kedaruratan di Palu-Donggala,” ungkapnya Senin (01/10/2018).

Menurut Ahyudin, ikhtiar yang dilakukan ACT adalah menyiapkan Kapal Kemanusiaan membawa bantuan beras. Kejadian bencana tidak mungkin diselesaikan hanya satu pihak, perlu banyak pihak untuk bersinergi.

“Secara simultan kami akan gerakkan bantuan dari Surabaya, Makassar, juga dari Jakarta. ACT telah menerjunkan seribu relawan terlatih ke lokasi terdampak di Palu dan Donggala,” jelasnya.

Direktur Utama OPPO Indonesia, Ivan Lau, menyampaikan simpatinya kepada masyarakat terdampak gempa. “Hati dan doa kami senantiasa bersama ribuan masyarakat terdampak bencana. OPPO memiliki tim yang sangat besar di Sulawesi, saat bencana terjadi hingga saat ini keberadaan mereka belum dapat diketahui,” paparnya.

Baca Juga :  Jaga Desa Supaya Tidak Jadi Medan Tempur Ekonomi dan Politik

Keputusan OPPO menggandeng ACT dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan karena profesionalitas dan akuntabilitas ACT yang telah terbukti.

“Alasan kami bekerja sama dengan ACT yang telah memiliki reputasi secara profesional sebagai lembaga kemanusiaan sejak 2005.  ACT paham dan mengetahui apa yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak bencana dari berbagai aspek,” tambahnya.

Sedangkan CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, pihaknya juga memiliki tim yang terdampak bencana di Sulawesi. “Kami berharap bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak bencana sesegera mungkin. Sebab itu, kami bergabung dengan ACT untuk menyalurkan donasi kemanusiaan,” paparnya.

Gempa Bumi berkekuatan 7,4 SR Jumat (29/09/2018) petang memicu tsunami yang menyapu wilayah Kabupaten Donggala dan Kota Palu.

Sampai Senin (1/10) pagi, sudah 1.203 warga dikabarkan meninggal dunia, sedikitnya 540 orang luka berat dan lebih dari 16 ribu orang menjadi pengungsi.

Perahu yang terseret gelombang tsunami sampai ke permukiman. (istimewa)

Muhammad Fajar, salah seorang warga Kecamatan Tatanga Kota Palu menggambarkan betapa mencekamnya kota itu beberapa jam pascagempa.

Baca Juga :  Semangat HUT RI Bergema di Bumi Mekkah

Waktu itu, dia berada di dalam kamar. Saking kerasnya guncangan bumi, tubuhnya seolah-olah serupa bola yang terlempar-lempar.

Sekitar pukul 23:30 waktu setempat, Muhammad Fajar mengungsi. “Saya ada di tengah jalan mengungsi sama banyak warga. Semua takut kembali ke rumah. Mungkin bisa dibilang setiap lima menit sekali masih ada gempa susulan,” ujarnya.

Fajar mengatakan benar, tsunami yang terjadi di Pantai Talise menyapu apapun yang dilaluinya sepanjang ratusan meter.

Sore saat terjadi gempa, di Pantai Talise sedang ada persiapan pembukaan agenda tahunan, Palu Nomoni 2018. “Banyak orang di pesisir pantai,” ujarnya.

Fajar juga menerima kabar dari kawannya di Donggala air laut sempat naik tinggi di sepanjang Pesisir Donggala. “Katanya ada kapal terseret ke jalan raya di daerah Donggala,” ujarnya.

Sejumlah rumah di sekitar tempat tinggalnya rusak berat. Rata-rata rumah di kompleks perumahan itu ambruk. Hampir semua rumah di Perumnas Balaroa Palu Barat rata tanah.

Merespons itu, Tim Aksi Cepat Tanggap tepat di hari kejadian langsung bergerak di titik-titik terdampak. (sol)