Orang dengan Gangguan Jiwa Butuh Dipedulikan

412
Seorang pengelola kesehatan jiwa Puskesmas berbincang dengan sebagian ODGJ sudah digundul dan dimandikan (30/09/2017). (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pendidikan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kepada keluarga penderita gangguan jiwa. Hal itu diperlukan karena masih cukup banyak keluarga ODGJ mempercayakan penanganan ODGJ kepada pihak yang tidak kompeten.

“Sehingga di kemudian hari ODGJ mendapat pelayanan kesehatan jiwa yang layak dan patut,” ujar Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu dan Anak Keluarga Berencana Kebumen dr HA Dwi Budi Satrio MKes kepada koranbernas.id disela bakti sosial Komunitas Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa (KPODGJ), di Desa Winong, Kecamatan Mirit, Kebumen, Sabtu (30/09/2017).

Bakti sosial yang didukung Dinsosdalduk KB Kebumen, Dinas Kesehatan Kebumen, Taruna Serba Guna (Tagana) dan Tenaga aSukarela Kabupaten (TKSK) Kebumen, dilaksanakan di rumah Marsiyo (80). Di rumah ini dihuni 50 an orang yang mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga :  Catat, FJI Dukung Pemilu Damai

Budi Satrio mencontohkan, kejadian di rumah Marsiyo. Penghuni yang dikirim oleh keluarganya, dengan tidak diperhatikan penanganan di lokasi itu, tidak menjadikan mereka semakin baik kesehatan jiwanya.

“Asal penghuni, yang sebagian besar luar Kabupaten Kebumen, diperlukan kerja sama lintas kabupaten /kota. Persoalan ODGJ di rumah Marsiyo, tidak bisa tanggung Pemkab Kebumen saja,” tandasnya

Sementara Kepala Puskesmas Pejagoan dr H Agus Sapariyanto mengungkapkan, bakti sosial dengan mencukur rambut memandikan dan mengganti baju penghuni ODGJ. Tak kurang 6000 liter air bersihm habus untuk memandikan.

“Cara ini diharapkan lebih mempercepat kesembuhan,” tambahnya.

Menurut Agus Sapariyanto, satu satunya di Kebumen penyelenggara poli jiwa, lokasi dan cara penanganan ODGJ tidak mempercepat penyembuhan. Pihaknya bisa mengcover pelayanan kesehatan jiwa, jika ODGJ penduduk Kabupaten Kebumen. Jika keluarganya bersedia untuk menjemput, pihaknya siap mengevakuasi

Baca Juga :  Kampanye Keanekaragaman Hayati Lewat ‘Ambar dan Ketawang’

“Ada beberapa orang yang seharusnya bisa berkumpul dengan keluarganya, masih disini, “ kata Agus Sapariyanto.

Marsiyo mengaku tidak meminta imbalan dari keluarga yang mengirim ODGJ di rumahnya. Keluarga ODGJ biasanya saat menyerahkan kepada keluarganya, memberi sejumlah uang atau makanan tetapi tidak rutin. Meskipun demikian, ala kadarnya, mereka mendapat makan.

Terkait masih cukup banyak yang dipasung dengan cara dirantai, Marsiyo mengaku ODGJ yang membahayakan keselamatan orang lain. Sebab ada ODGJ yang pernah membunuh. Keluarganya yang menyerahkan kepada keluarganya. (yve)