Orang Gila Diduga Bakar Al Quran

299
Masjid Al Iman Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih. (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah Al Quran di Masjid Al Iman Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih Selasa (02/01/2018) ditemukan terbakar di toilet masjid. Diduga pelakunya orang kurang waras.

Polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun hingga Rabu (03/01/2018) sore belum menemukan pelaku.

Dari beberapa sumber diperoleh keterangan, sebanyak 25 Al Quran ditemukan hangus terbakar di kamar mandi sebuah masjid di Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih pada siang menjelang shalat Dzuhur.

Menurut beberapa kesaksian ada warga melihat perempuan belia mencurigakan. Berperiilaku ganjil. Ketika didekati, orang tersebut pergi namun ketika dikejar malah mengangkat kainnya. Sehingga saksi menganggapnya dia orang gila.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo membenarkan peristiwa tersebut. Namun dia minta agar pemberitaan tersebut tidak dibesar-besarkan karena sensitif.

Hasto melihat kejadian ini cukup krusial dan rawan isu negatif sehingga harus segera dituntaskan. Harapannya, peristiwa itu tidak akan menganggu kedamaian antar umat beragama di Kulonprogo yang sudah terjaga erat selama ini.

“Kami harap tidak ada provokasi lebih besar lagi. Pesan saya untuk masyarakat, jangan gelisah, cemas, ataupun keburu marah. Percayakan pada kami untuk mempelajari permasalahan ini,” kata Hasto.

Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo, Agung Mabruri mendesak Polres Kulonprogo segera menemukan pelaku pembakaran kitab suci tersebut. Dengan begitu, duduk perkara peristiwa itu dan motif pelaku bisa diketahui secara jelas.

“Polisi harus mencari betul. Kalau memang pelaku sakit jiwa, harus ada rekomendasi (kepastian kondisi kejiwaannya) dari doker pemerintah sehingga bisa menenteramkan suasana. Kalau tidak ada rekomendasi, nanti bisa muncuk syakwasangka dan suudzon dari masyarakat,” kata Agung.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai mengatakan, mengatakan jajarannya sudah berupaya mencari keberadaan pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu setelah peristiwa terjadi. Menurut informasi dan keterangan saksi, pelaku diduga berada di sekitar wilayah Temon.

Pencarian dengan menyambangi sejumlah rumah warga yang anggota keluarganya mengidap gangguan kejiwaan. Sayangnya, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan tidak ditemukan kecocokan ciri pelaku sesuai keterangan saksi.

“Ada empat titik rumah yang kita sambangi namun ciri-cirinya tidak singkron dengan keterangan saksi. Siang ini, Polsek Pengasih, Sat Reskrim, dan Sat Intelkam bergerak lagi dan menemukan informasi lain yang mengarah sesuai ciri pelaku,” kata Irfan. (yve)