Orang Industri Harus Ada yang Jadi Dosen

181
Menristek Dikti Muhammad Nasir menyampaikan sambutan pada MoU antara UTY dan pelaku Industri di Kampus UTY, Sabtu (04/08/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dunia industri dan pendidikan di Indonesia harus menjalin kerja sama yang baik, guna optimalisasi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan terjun ke dunia industri.

Dengan begitu, dunia industri memperoleh SDM dari dunia pendidikan yang kompeten di bidangnya, dan dunia pendidikan dapat mempersiapkan SDM sesuai kebutuhan industri.

“Tidak cukup dengan kerja sama, harus ada orang dari industri yang menjadi dosen, sehingga mahasiswa mendapatkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Muhamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) pada acara MoU antara Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan pelaku industri di Kampus UTY Jalan Ring Road, Sabtu (04/08/2018).

Nasir juga mendorong para mahasiswa khususnya UTY untuk terus meningkatkan kualitasnya. Mahasiswa dan dosen perlu melakukan inovasi-inovasi untuk kesejahteraan masyarakat. “Berpikirnya bagaimana inovasi tersebut bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Turut hadir pada acara tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan dia berharap inovasi-inovasi teknologi di UTY mampu diimplementasikan di wilayah Kabupaten Sleman. Dengan begitu, akan mampu mendorong UMKM lebih berkembang lagi.

“Harapan saya kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan eksekusi selanjutnya,” tutur Sri Purnomo.

Pada acara tersebut ditandatangani MoU antara UTY dengan beberapa pihak, di antaranya BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Pemerintah Kabupaten Sleman, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Bhakti Tamara, PT Asian Profile Indosteel, PT Istana Mobil Surabaya Indah, PT Sekawan Bhakti Intiland, PT Metrodata Electronics dan Tbk National Hospital.

Acara kemudian diisi paparan oleh Muhamad Nasir dengan tema Peran Tenaga Pendidik di Era Disrupsi Teknologi, diakhiri dengan peninjauan pameran teknologi hasil karya mahasiswa UTY. (sol)