Orang Suka Marah Tiga Kali Lebih Cepat Masuk Rumah Sakit

275
Prof Dr Muhammad Anis MA mengisi Pengajian Rutin Selapan di Masjid Al Fathonah Pugeran Yogyakarta, Jumat (09/02/2018).

KORANBERNAS.ID – Orang-orang yang suka marah dan tidak mampu mengendalikan emosinya berpotensi menderita berbagai penyakit. Bahkan mereka yang pemarah berpotensi tiga kali lebih cepat masuk rumah sakit.

“Menurut penelitian, marah membuat otak akan memproduksi adrenalin yang memungkinkan tekanan darah berubah tinggi dan serangan jantung, tiga kali lipat,” ungkap Prof Dr Muhammad Anis MA.

Menyampaikan ceramah pada Pengajian Rutin Selapanan, Jumat (09/02/2018) malam, di Masjid Al Fathonah Pugeran lingkungan SDN Suryodiningratan 2 Yogyakarta, dia menuturkan marah bahkan membuat  rasa makanan jadi tidak enak.

Termaktub dalam Kitab Suci Alquran, di antara tanda-tanda orang yang bertakwa adalah mampu mengendalikan amarahnya. Kemampuan mengendalikan amarah inilah salah satu dari pintu menuju sukses.

Ini beda dengan teori Barat, ketika seseorang sedang marah dianjurkan melampiaskan kemarahannya sehingga justru berdampak buruk, ada orang lain ikut tersakiti.

Secara runtut, Prof Muhammad Anis juga menyampaikan pentingnya berbuat benar dan tidak bohong. “Sesuai rumus Kanjeng Nabi Muhammad SAW, sesungguhnya kebenaran dan kejujuran itu menuntun orang berbuat baik dan sesungguhnya kebaikan itu menuntun orang ke surga,” ungkapnya.

Berdasarkan penelitian pula, orang-orang yang jujur secara otomatis otaknya memproduksi hormon yang menjadikannya rileks. Pikiran mereka tenteram sehingga hidupnya bahagia.

“Orang yang bahagia itu energinya bertambah. Contoh, kerja karo seneng ora cepet kesel. Beda kerja dengan nyekruk, atine dongkol, mangkel, maka cepat lelah. Bohong adalah embrio dari stres dan hati tidak tenteram,” paparnya.

Di hadapan seratusan jamaah, dia juga menganjurkan perlunya silaturahim yang dibangun dengan pikiran positif, sopan santun, lembut hati, saling menghargai, memaafkan dan bersyukur atas karunia Allah SWT.

“Tidak ada manusia yang tidak bersalah. Sabda Nabi SAW,  manusia itu tempat salah dan lupa. Setelah diteliti oleh ahli psikologi, orang yang memaafkan itu hatinya longgar dan plong. Sebaliknya rasa dendam akan merusak diri sendiri, pelan tapi pasti,” terangnya.

Prof Muhammad Anis menambahkan, Al Quran merupakan petunjuk untuk mencari jalan yang lurus sekaligus meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dia pun memotivasi jamaah untuk belajar membaca dan mempelajari isi kandungan Al Quran karena pahalanya sangat besar.

Ketua Takmir Masjid Al Fathonah, HM Fathoni SPd, dalam pengantarnya sebelum pengajian mengatakan tidak ada kata terlambat belajar membaca Al Quran.

Dia pun berharap anak-anak diarahkan untuk belajar membaca Al Quran. “Salah besar ada anggapan belajar di pondok pesantren nanti akan jadi apa? Justru lulusan pondok pesantren saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata dia. (sol)