Orangtua Wajib Tahu Hal Penting dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

135

KORANBERNAS.ID—Kebersamaan, keceriaan, serta memberikan peluang atau kesempatan merupakan hal penting dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dengan cara seperti ini, diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus akan termotivasi untuk terus mengembangkan diri dan kemampuannya, untuk setidaknya bisa lebih mandiri dalam segala hal.

Kepala Seksi Perencanaan Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan, Dinas Pendidikan DIY, Bachtiar Nur Hidayat mengatakan, porsi yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap individu ikut memegang peran kunci dalam system pendidikan. Demikian pula untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Untuk itu, sistem pendidikan memang memerlukan sinergi antara semua pemangku kepentingan.

“Ada tiga pilar dalam pendidikan. Yakni sekolah, masyarakat dan orangtua. Ketiganya harus bisa bersinergi, untuk mencapai optimalisasi pendidikan untuk anak-anak kita,” kata Bachtiar saat memberikan sambutan dalam pertunjukan operet Timun Mas Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Yogyakarta, di Gedung Societet Taman Budaya, Minggu (05/08/2018). Operet ini merupakan bagian dari gelaran “Nivea Sentuhan Ibu Performance Day” di Yogyakarta.

Bachtiar menekankan, pentingnya peran orangtua dan keluarga dalam pendidikan anak. Bahkan, katanya, orangtua dan keluarga merupakan salah satu unsur atau pilar pendidikan yang pertama dan utama.

“Kalau sekolah saya kira sudah memiliki persiapan-persiapan khusus. Demikian juga dengan masyarakat. Tapi untuk orangtua dan keluarga, apakah mereka cukup memahami dan memiliki pengetahuan untuk membimbing anak-anak berkebutuhan khusus?. Saya kira acara semacam ini sangat penting, untuk membangun pemahaman yang sama,” katanya.

Operet Timun Mas, di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (05/08/2018). (istimewa)

Kepala Lembaga Pengembangan Diri dan Komunitas Kemuning kembar Indria Laksmi Damayanti mengatakan, bagi keluarga memang tidak mudah menerima, kemudian mengasuh dan membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus. Namun dengan interaksi dan relasi yang kuat, kehadiran anak berkebutuhan khusus dalam keluarga sesungguhnya bukanlah hal yang perlu disesalkan.

Dalam banyak kasus, anak-anak berkebutuhan khusus pun, memiliki berbagai kelebihan yang sangat mungkin belum diketahui oleh orangtuanya atau anggota keluarga lainnya.

“Menjadi tugas kita semua untuk menemukan potensi dan kelebihan mereka, kemudian mengasahnya untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Diana Riaya, Media Manager PT Beiersdorf Indonesia mengatakan, pihaknya melanjutkan kepedulian dan dukungannya terhadap keluarga di Indonesia melalui program NIVEA #SentuhanIbu. Setelah sukses diadakan di Bandung, saat ini NIVEA menyelesaikan lanjutan program tersebut di SLB Negeri 2 Yogyakarta dengan jumlah peserta sebanyak 103 orang yang terdiri dari ibu, anak, dan guru pendamping.

Menurutnya, disabilitas mulai menjadi masalah nasional yang besar. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1 dari 10 anak di Indonesia memiliki disabilitas. “Pemberdayaan ibu menjadi kunci penting untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini dimulai dengan keluarga yang tidak bisa menerima kondisi anaknya, termasuk Ibu,” katanya.

Program ini, diharapkan dapat memperkuat lingkungan sosial dengan mendukung keluarga, dalam hal ini para ibu dengan anak berkebutuhan khusus. Sehingga mereka dapat mengembangkan rasa memiliki, memperoleh keterampilan dan meraih peluang untuk mengembangkan potensi mereka sendiri. (*/SM)