Organda-Dishub Ingin Kembangkan Angkutan Umum Satu Tarif

117
Suasana Muskercab III DOC Organda Kebumen dan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Trans Kebumen, Minggu (08/04/2018) nampak sepi. (Nanang WH/koranbernas.id)   

KORANBERNAS.ID–Angkutan umum satu tarif atau semacam mass rapid transit (MRT) yang sudah ada di beberapa kota besar, ingin dikembangkan DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan Kebumen.  Angkutan umum satu tarif, jika bisa diterapkan,  awalnya baru untuk melayani rute Kebumen–Gombong dan sebaliknya sejauh 25 km.

Keinginan itu dikatakan Ketua DPC Organda Kebumen  Ir Ngadino, kepada koranbernas.id, usai Musyawarah  Kerja Cabang (Muskercab) III DPC Organda Kebumen dan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Trans Kebumen, Minggu (08/04/2018).

Rencana itu juga disampaikan Ngadino, di hadapan  anggota Organda Kebumen dan anggota Koperasi Trans Kebumen.

Ngadino mengatakan untuk mewujudkan angkutan umum satu tarif, Organda Kebumen telah berkomunikasi dengan Dinas  Perhubungan. Salah satu harapan dukungan dari Pemkab Kebumen untuk mewujudkan rencana ini, membangun infrastruktur, yakni shelter yang diperuntukan penumpang naik dan turun.

Baca Juga :  Gangguan Jiwa di Kabupaten Ini Tercatat Paling Tinggi

“Naik dan turun penumpang tidak di sembarang tempat, tapi di shelter. Di daerah permukiman, jumlah shelter akan lebih banyak,” kata Ngadino.

Organda akan terus mensosialisasikan rencana ini dengan anggota Koperasi Trans Kebumen.  Angkutan umum satu tarif ini, diharapkan bisa membangkitkan iklim berusaha angkutan umum di Kebumen.

Angkutan umum satu tarif disebut menjamin penumpang tidak menunggu di dalam angkutan umum untuk menuju semua tujuan. Awak angkutan  umum tidak perlu ngetem untuk menambah jumlah penumpang.

“Angkutan umum satu tarif, adalah salah satu cara mempertahankan  angkutan umum, yang sekarang kesulitan berusaha, “ kata Ngadino.

Konsep angkutan umum satu tarif, pembayaran oleh penumpang tidak langsung kepada awak angkutan.  Awak angkutan hanya operator kendaraan, tidak menerima pembayaran langsung dari penumpang.

Baca Juga :  Berniat Main Bola, Nasib Naas Timpa Tiga Bocah Ini

Penumpang membayar kepada petugas operator MRT. Awak angkutan mendapatkan upah yang tetap. Hak pemilik angkutan umum berdasarkan panjang kilometer perjalanan,  dalam waktu tertentu. (SM)