Ormas se-DIY Deklarasi Pemilu Damai

Pemilu Bukan Ajang Perpecahan, Berbeda Hanya di Bilik Suara

254
Deklarasi damai ormas DIY sambut pesta demokrasi di Pyramid Kafe Jalan Parangtritis, Kamis (30/08/2018) malam. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepakat melakukan deklarasi damai di Pyramid Kafe Jalan Parangtritis, Kamis (30/08/2018) malam.

Deklarasi bertema kita sambut pesta demokrasi 2019 dengan aman, nyaman, sejuk dan damai ini diikuti 25 Ormas yang memiliki anggota sekitar 600 orang.

Perwakilan Ormas Muhammad Suhud  SH dari Paksi Katon  mengatakan hendaknya pemilu jangan dijadikan ajang perpecahan baik itu yang pro atau yang kontra.

“Saya minta agar Ormas itu netral tidak berpihak apapaun. Kita berbeda itu hanya di bilik suara, setelah itu kita rukun bersama-sama membangun bangsa dan negara tercinta,” kata Suhud.

Dia mengakui ada yang mencoba mendekati Ormas yang berdiri tahun 2013 itu namun mereka tetap memilih netral.

Ketua Aliansi Jogja Damai, Waljito, mengatakan saat ini 25 Ormas bersepakat damai. Namun  tidak menutup kemungkinan ke depan semakin banyak ormas yang bergabung.

“Kami semua Ormas di DIY sepakat buat menggelar pemilu damai dengan menghindari isu-isu SARA, membawa agama dalam politik dan hal lain yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan,” katanya.

Deklarasi dipimpin oleh Hanung dari FKPPI Bantul. Aliansi Jogja Damai (AJD) menyatakan menolak penggunaan agama untuk kepentingan politik dan mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Mereka juga menolak penggunaan simbol-simbol dan jargon-jargon yang dapat berpotensi menimbulkan konflik. Menolak penggunaan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam kegiatan politik.

Menolak kampanye hitam, politik uang, penyebaran kabar bohong (hoax), penyebaran kebencian dan pembunuhan karakter selama pelaksanaan Pemilu 2019.

Ormas didorong agar berperan aktif melakukan pengawasan pemilu 2019 agar berjalan dengan Luber dan Jurdil. Serta menyerukan masyarakat menggunakan hak politiknya pada pemilu 2019 sesuai hati nurani dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun. (sol)