Ortu Siswa di Wedi Ini Protes Biaya UN

428
Inilah SMP 1 Wedi di Desa Sukorejo Kecamatan Wedi. Pungutan biaya pengadaan komputer untuk UNBK 2018 dan biaya try out dipertanyakan orang tua dan wali murid. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah orang tua murid dan wali murid SMP 1 Wedi Klaten mempertanyakan pungutan biaya tryout dan pengadaan komputer untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 di sekolah tersebut. Sebab nominal uang yang harus mereka bayar cukup besar dan sangat memberatkan

Kepada koranbernas.id, orang tua dan wali murid menceritakan besarnya biaya yang harus mereka bayar bervariasi.

“Untuk pengadaan komputer setiap siswa kelas 7 dan 8 dipungut Rp 200 ribu dan siswa kelas 9 dipungut Rp 300 ribu per siswa. Sedangkan untuk biaya try out siswa kelas 9 sebesar Rp 350 ribu per siswa. Uang sebesar itu sangat memberatkan kami,” kata orang tua yang keberatan disebutkan identitasnya itu.

Baca Juga :  Seleksi Kaur Keuangan Terpaksa Diulang

Ditambahkan, pungutan biaya pengadaan komputer seharusnya dibayar pada Desember 2017 lalu sedangkan biaya try out paling lambat akhir Maret 2018 sudah harus dibayar

Para orang tua khawatir anaknya yang duduk dikelas 9 tidak bisa mengikuti UNBK jika tidak membayar. Mereka juga mempertanyakan mengapa orang tua dan wali murid kelas 7 dan kelas 8 juga dipungut. Memang hingga saat ini masih ada beberapa yang belum bayar dikarenakan belum punya uang.

Proses pengadaan komputer untuk menghadapi UNBK 2018 diserahkan sepenuhnya kepada pengurus paguyuban orang tua dan wali murid. Hal itu dikemukakan guru SMP 1 Wedi saat dikonfirmasi, Rabu (07/02/2018).

“Pak kepala (Wiyono. Kepala SMP 1 Wedi) tidak ada. Intinya pengadaan komputer diserahkan sepenuhnya kepada orang tua. Setelah semuanya dibelikan nanti akan dihibahkan kepada sekolah. Tanya saja paguyuban orang tua pak Taufik Ismail, rumahnya dekat SD Karang dekat Kantor Camat Wedi,” ujar guru tersebut

Baca Juga :  Remaja Pelaku Pembacokan Terancam 15 Tahun Penjara

Saat dikonfirmasi pengurus paguyuban orang tua murid SMP 1 Wedi Taufik Ismail mengakui telah membeli 55 unit komputer dengan harga Rp 3 juta/unit. Total anggaran pembelian komputer lengap dengan kabel dan software Rp 230.802.000 sementara dana terkumpul Rp 175.300.000. “Sekolah masih hutang Rp 50 juta,” kata Taufik Ismail.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten Sunardi S.Pd ketika dikonfirmasi mengatakan akan menindaklanjuti pungutan di SMP 1 Wedi. (yve)