Paimah Antarkan Sleman Raih Penghargaan

161
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menerima penghargaan SLRT Award dari Kementerian Sosial RI, Rabu (25/07/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menerima penghargaan SLRT Award dari Kementerian Sosial RI, yang  diserahkan oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial, PP Nazarudin, di Aula Hotel Accor Mercure Ancol Jakarta Utara, Rabu (25/07/2018).

Sleman meraih penghargaan ini karena dinilai berhasil menerapkan SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) yang diberi N(G)Antar Paimah (Layanan Antar Sampai Rumah) dan Lasamba (Layanan Sambang Warga).

“Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi Kabupaten Sleman untuk meningkatkan pelayanan bidang sosial,” ujar Sri Purnomo.

N(G)Antar Paimah merupakan inovasi yang memudahkan masyarakat miskin dan rentan miskin memperoleh layanan sehingga seluruh program pemerintah menjangkau semua masyarakat yang berhak.

Penghargaan ini juga mendorong Dinas Sosial Sleman terus bergerak mencari inovasi baru, karena apa yang dilaksanakan terbukti memberikan efek cukup bermanfaat bagi warga. Dinas itu juga akan lebih giat lagi memberikan pelayanan kepada warga kurang mampu.

Penghargaan serupa diberikan kepada 5 kabupaten lain dari 514 kabupaten/ kota se-Indonesia. Penghargaan diserahkan dalam acara Rakor dan Sosialisasi Program SLRT untuk perlindungan sosial dan penanggulanan kemiskinan Kementerian Sosial RI 2018.

Kepala Dinas Sosial Sleman Sri Murni Rahayu SH MM menyampaikan program N(G)Antar Paimah dimulai sejak 2016 yang diperuntukkan bagi warga miskin dan rentan miskin.

Ini merupakan program layanan inovatif kreatif Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang diberikan kepada warga yang datang di pelayanan terpadu SLRT Sembada.

N(G)Antar Paimah dapat dimanfaatkan warga  yang membutuhkan jasa pelayanan transportasi menuju layanan lanjutan  atau diantar sampai rumah.

Dinas Sosial Sleman selalu mengedepankan moto Sembada, akronim dari senyum, empati, melayani, berbagi, berdedikasi, amanah, disiplin dan akuntabel.

“Dengan N(G)Antar Paimah kami berharap setiap warga yang datang ke Dinas Sosial teka susah bali bungah (datang susah pulang gembira). Dengan demikian misi kami memberikan solusi bagi masyarakat telah terselesaikan,” tambah Sri Murni Rahayu.

Hal ini juga sejalan dengan visi misi Bupati Sleman untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 8 persen pada 2021. Tindak lanjut dari inovasi N(G)Antar Paimah, Pemkab Sleman meluncurkan program Lasamba.

Petugas Dinas Sosial mendatangi warga untuk mengetahui keluhan warga miskin dan kurang miskin, meliputi kesehatan, pendidikan dan problem sosial lainnya untuk dicarikan solusinya sampai dengan penyelesaian masalahnya.

Pada 2017, Lasamba telah dilakukan kepada 17.516 warga, hingga akhir Juli 2018 kurang lebih 5.000 warga. (sol)