Pakai Sabu, Tumiran Batal Mudik

1147

KORANBERNAS.ID — Tumiran alias Yoso Pawiro (36) harus berurusan dengan aparat berwajib. Bukan karena sebagai pelanggar lalu lintas yang kena tilang, akan tetapi dia harus menanggung beban hukum karena kedapatan mengkomsumsi dan menguasai obat  terlarang psikotropika atau narkotika jenis sabu sabu.

Alhasil pria asal Desa Kerep, Kecamatan Kemiri ini harus dicokok Tim Satuan Narkoba Polres Purworejo, Rabu (14/06/2018) pukul 23.00 WIB.

Pilunya lagi, saat dijemput Tim Satnarkoba, Tumiran hendak pulang kampung alias mudik ke desanya di Kemiri Kabupaten Purworejo. Sebab, dia sudah bertahun-tahun merantau dan menetap di Jakarta tepatnya di Jalan Duren Utara X1/5 Kelurahan Tanjung Duren Utara Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo saat dikonfirmasi koranbernas.id membenarkan adanya pengungkapan kasus narkoba dengan tersangka pemuda asal Kecamatan Kemiri.

“Benar, ada penangkapan tersangka kasus narkoba. Semalam saya mendapatkan laporannya,” ucap AKBP Teguh.

Kronologis pengamanan terhadap Tumiran cukup sederhana. Sebab Tim Satnarkoba tidak perlu melakukan pengejaran atau pun harus mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Tersangka diamankan persis di depan kediaman orang tuanya di Desa Kerep. Tim Satnarkoba tentu saja menerapkan strategi membuntuti dan mengintai di sekitar kediaman orang tua tersangka.

Sebab, kepulangan mudik Tumiran dari Jakarta menggunakan mobil pribadinya. Polisi berhasil mengamankan dan menemukan 3 paket kecil narkoba jenis sabu dengan berat 2, 68 gram terbungkus dalam tiga plastik kecil di dalam bekas tissue. Beberapa barang seperti kaos, kantong plastik warna merah dan paper bag juga turut disita dijadikan barang bukti (BB) polisi.

Tumiran dan BB langsung digelandang di Mapolres Purworejo. Dia pun langsung diminta untuk memberikan sampel urinnya untuk dilakukan tes. Dan hasilnya, urin Tumiran dinyatakan positif mengandung obat terlarang jenis amphetamine dan meta methamine. “Dia terbukti mengkonsumsi sabu,” ujar Teguh..

Akibat perbuatannya tersebut, Tumiran diancam UU Narkotika dan Psikotropika, yakni Pasal 112, jo pasal 127 UURI No.35 tahun 2009.

Nasib kurang baik kini ada menghinggapi Tumiran. Niat hati akan merayakan libur lebaran bersama keluarga dan orang tuanya di kampung, malah harus berurusan dengan pihak berwajib. Bahkan dia diwajibkan menghuni ruang kecil di dalam sel tahanan Mapolre setempat. (yve)