Pakai Senter, Bupati Cari Jentik Nyamuk

597
Dengan peralatan lampur senter, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI memantau jentik nyamuk. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Dengan lampu senter, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mencari jentik nyamuk di akuarium. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman, supaya masyarakat mengintensifkan pemantauan jentik dan pembersantasan sarang nyamuk. Adapun tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“Monitoring jentik jangan hanya sebulan sekali, tetapi paling tidak seminggu sekali, karena dalam waktu seminggu telur nyamuk menetas dan terus berkembang menjadi nyamuk dewasa,” kata Mujiyana, Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman , Minggu (15/10/2017).

Dia berharap pemantauan jentik seminggu sekali dibarengi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di tempat-tempat yang ditengarai menjadi tempat berkembangnya nyamuk. “Agar perkembangan nyamuk terputus dan tidak menyebar ke mana-mana,” katanya.

Masyarakat harus selalu waspada dengan meningkatkan Pemantau Jentik Berkala (PJB). Masyarakat harus sadar demam berdarah itu berbahaya.

Mujiyana menambahkan Gerakan Jentik Berkala jangan hanya melihat saja, namun harus mencari solusi agar Angka Bebas Jentik (ABJ) bisa terwujud.

“Yang jelas kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bisa bekerja sama dengan anak-anaknya untuk ikut aktif mengikuti monitoring. Akan lebih baik bila satu keluarga terbentuk satu Jumantik, memonitor keluarganya sendiri-sendiri,” katanya.

Apabila ternyata Angka Bebas Jentik belum terwujud maka masyarakat bisa melakukan gerakan “Sapu Bersih” dengan cara gotong royong melibatkan semua unsur, disertai  peralatan yang lengkap. (sol)