Pakan Ternak Gunungkidul dari Limbah, Seperti Apa?

872

KORANBERNAS.ID –Harga pakan ternak semakin tinggi akhir-akhir ini. Banyak cara pun ditempuh untuk mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Salah satunya dengan memanfaatkan limbah. Nah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mencoba mencari alternatit itu. Salah satunya dengan menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah.

Sebanyak 22 peternak sapi potong  dan kambing yang tergabung pada kelompok Ternak Ngudimulyo dan Ngudirejeki , Desa Giritirto , Purwosari selama delapan bulan mendapatkan pelatihan dan pendampingan perbaikan kualitas dan cadangan pakan ternak  dari LPPM UMBY. Kegiatan tersebut dilakukan melalui program Program Kemitraan bagi Masyarakat (PKM) dari Kemenristekdikti.

“Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat cadangan pakan dan sekaligus memperbaiki kualitasnya,” papar ketua Tim Iptek bagi Masyarakat (IbM) UMBY,  Ir. FX Suwarta, M.P didampingi anggota Tim Ir. Tyastuti Purwani, M.Si disela pelatihan.

Menurut Suwarta, Gunungkidul merupakan gudang ternak. Perlu mendapatkan perhatian karena adanya berbagai permasalahan.

Diantaranya sulitnya mendapatkan pakan ternak yang menjadikan produktivitas ternak menjadi rendah.

Pada musim kemarau seperti sekarang ini, peternak sangat sulit mendapatkan pakan. Akibatnya mereka harus membeli pakan ke Bantul dan Sleman dengan cara menjual ternak. “Untuk itu  diperlukan teknologi untuk  memperkuat penyediaan pakan dan memperbaiki kualitasnya dengan memanfaatkan beberapa limbah,” jelasnya.

Pelatihan dan pendampingan yang  dilakukan meliputi pelatihan membuat pakan cadangan , melalui  teknologi pembuatan pakan fermentasi dari bahan-bahan berbasiskan pakan lokal. Beberapa limbah yang potensial yang tersedia diantaranya tongkol jagung, kulit kacang, jerami dan rambanan pekarangan. Dengan teknologi fermentasi pakan maka mutu pakan akan meningkat.

Sementara itu, untuk meningkatkan pendapatan peternak juga dikembangkan budidaya tanaman jangka pendek berupa sayuran, dengan memanfaatkan hasil olahan pupuk kandang. Selain memberikan pelatihan juga diberikan bantuan hibah peralatan pengolah pakan, alat pengolah pupuk dan bibit tanaman lada perdu dari Kemenristekdikti.

Dengan program tersebut diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan peternak dan semakin memperkuat ikon Gunung Kidul sebagai Kawasan Gudang Ternak di DIY.(yve)