Pakar Geologi Sarankan Pemerintah Lakukan Lompatan Besar

203
Dwikorita Karnawati menjadi pembicara seminar, Senin (02/04/2018), di Sekolah Pascasarjana UGM. (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Pakar Geologi Prof Dr Ir Dwikorita Karnawati MSc Ph D menyarankan pemerintah perlu melakukan lompatan besar guna merespons terjadinya perubahan iklim beserta dampaknya.

Harapan itu disampaikannya tatkala menjadi pembicara Seminar dan Workshop Inovasi untuk Waspada Cuaca dan Peduli Iklim, Senin (02/04/2018), di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Inovasi sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat, kalangan bisnis dan pemerintah dalam menghadapi dampak negatif dari kondisi iklim yang tidak menentu,” ujarnya.

Seminar tersebut tergolong relatif unik. Umumnya, dua orang pembicara dipandu satu moderator, tapi kali ini satu orang pembicara Dwikorita Karnawati “dikawal” oleh dua orang moderator, yaitu Prof Ir Siti Malkhamah MSc PhD (Dekan Sekolah Pascasarjana UMG) serta Dekan Pertanian Fakultas Pertanian UGM Dr Jamhari SP MP.

Baca Juga :  Selalu Waspada Saat Berbelanja

Meski begitu, jalannya  seminar berlangsung hidup. Rata-rata peserta merespons positif paparan yang disampaikan oleh Dwikorita Karnawati.

Mereka sepakat, transformasi dari penelitian keikliman semestinya bisa diaplikasikan menjadi praktik operasional sehingga menghasilkan layanan iklim.

“Seyogianya penelitian dan pengembangan yang ada sekarang bertujuan untuk menghasilkan layanan iklim yang bisa dinikmati masyarakat pengguna,” ungkap Dwikorita.

Dalam bahasa ilimiah, pengejawantahan hasil-hasil penelitian menjadi layanan iklim tersebut dikenal dengan istilah The research-to-operations.

Peserta seminar mendengarkan penjelasan narasumber. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Di hadapan para peserta, Dwikorita mencoba memancing gagasan serta pemikiran mereka untuk memberikan tanggapan apakah iklim di Indonesia sudah berubah.

Berbicara tentang iklim yang berubah setidaknya ada satu dari empat elemen statistik perubahan yang bisa dilihat. Mengacu curah hujan, perubahan tersebut bisa dibaca dari amplitudonya, rata-ratanya, tren-nya serta panjang gelombangnya.

Baca Juga :  Wanita Harus Jadi Tiang

Sedangkan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menempatkannya dalam dua hal yakni tren hari hujan serta tren fraksi hujan.

Yang pasti, guna menyikapi perubahan iklim maka semua bidang keilmuan termasuk perencanaan pembangunan, pertanian, ekosistem, kesehatan maupun pengurangan risiko bencana, dituntut mampu melakukan adaptasi. (sol)