Pakar Pewarnaan Alam Thailand dan Taiwan Hadir di JIBB

75
Panitia JIBB 2018 bertemu dengan Ketua Dekranas Kabupaten Bantul,Erna Kusmawati Suharsono di Rumah Dinas Trirenggo,Rabu (29/08/2018) sore. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Sebuah perhelatan bertajuk Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 akan segera digelar di 4 kabupaten dan Kota se DIY.

Untuk Bantul acara diberi nama “Gebyar Batik Bantul 2018 Road To JIBB 2018” digelar di Pendopo Parasamya Kantor Bupati Jumat (31/08/2018).

Kegiatan diawali dengan siswa membatik pada pukul 10.00 WIB dan jam 13.00 WIB secara resmi acara akan dibuka.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia JIBB 2018 DIY Tazbir Abdullah saat bertemu dengan Ketua Dekranas Kabupaten Bantul Hj Erna Kusmawati Suharsono di Rumah Dinas Trirenggo,Rabu (29/08/2018) sore.

Turut mendampingi adalah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bantul Sulistiyanto M.Pd dan panitia JIBB.

“Perhelatan JIBB ini adalah yang kedua setelah digelar sebelumnya di tahun 2016.Waktu itu hanya di Kota Jogja. Namun saat ini menyeluruh di DIY,” kata Tazbir.

Baca Juga :  Bupati Purbalingga Ditangkap KPK

Dalam kegiatan di Bantul sendiri, kegiatan juga akan diisi dengan workshop batik mengenai pewarnaan alam dengan menghadirkan pakar dari Thailand dan Taiwan guna berbagi ilmu kepada para pembatik Bantul dan dipuastkan kegiatanya di Giriloyo,Imogiri.

“JIBB selain menambah wawasan dan memasyarakatkan batik agar selalu dicintai dan ada regenarasi, juga dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang batik. Batik itu adalah proses tangan dan ada tiga jenisnya yakni batik tulis,batik cap dan kombinasi. Bukan sebuah kain bermotif batik,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata DIY tersebut.

Sementara Sulistiyanto mengatakan Bantul sangat kaya dengan perajin batiknya. Saat ini tercatat ada 619.229 pelaku UMKM yang menekuni batik.

Baca Juga :  Perubahan Tata Ruang Selesai Tahun Ini

“Bermacam motif batik yang dibuat dan tentu saya berharap dengan acara JIBB akan mengenalkan potensi batik Bantul berikut dengan produk turunannya seperti kerajinan kayu,batu atau logam batik,” kata Sulis.

Sedangkan khusus pada acara gebyar batik jumlah perajin yang dilibatkan ada 75 yang terbagi dalam 75 both saat bazaar dan pameran batik.

Akan ada juga 250 pelajar membatik bersama dari jenjang SD sederajat, SMP sederajat serta SMA/SMK.

“Muaranya adalah bagaimana SDM pembatik meningkat,regenerasi terjadi serta batik Bantul punya daya saing yang tinggi,” jelasnya.

Sementara Erna Kusmawati Suharsono menyambut baik digelarnya Gebyar Batik Bantul sebagai rangkaian JIBB 2018.

“Harapan saya tentunya kerajinan batik Bantul semakin maju dan berkembang.Juga kualitasnya semakin meningkat,”katanya.(SM)