Palsukan Identitas untuk Nikah, Nova Terancam Penjara 6 Tahun

1463
KTP Nova

KORANBERNAS.ID–Nova Aprida Aryani (27) tersangka kasus pemalsuan identitas atau data diri untuk permohonan pernikahannya dengan gadis asal Desa Sidoleren Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian Polres Purworejo.

Wanita yang mengganti identitasnya menjadi seorang pria dan mengganti namanya menjadi Pratama J Yulianto ini, semalam resmi menghuni sel tahanan Mapolres Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Kholid Mawardi menerangkan tersangka diduga kuat telah melakukan pemalsuan data diri untuk menikahi seorang gadis asal Desa Sidoleren Kecamatan Gebang.

“Sudah kami buktikan bahwa orang yang mengaku calon pengantin pria bernama Pratama J Yulianto ternyata adalah seorang wanita. Dalam barang bukti yang kami simpan yakni berupa copy KTP, SIM A dan SIM C asli yang dikeluarkan Satlantas Kota Tangerang, dia adalah berjenis kelamin perempuan dan memiliki nama Nova Aprida Ariyani,” beber AKP Kholid Mawardi, Selasa (05/09/2017) siang, di ruang kerjanya.

Polisi juga menyandingkan data-data yang diajukan untuk permohonan izin menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gebang, yakni berupa sebuah Surat Keterangan Identitas atas nama Pratama J Yulianto berjenis kelamin laki-laki.

Tersangka, lanjut Kholid, dijerat dengan Pasal 163 ayat 2 KUHP dengan sangkaan telah mempergunakan surat palsu atau yang dipalsukan untuk permohonan menikah. “Ini murni pemalsuan data. Dan kami sudah mengantongi bukti-bukti kuat serta kesaksian beberapa pihak. Sehingga cukup bukti bagi kami untuk menahan tersangka,” tegas Kholid.

Informasi yang berhasil dihimpun di lingkungan Keluarga Tamrin di Desa Sioleren, bahwa hubungan antara Nova dengan Wilis sudah berjalan hampir tujuh tahun lamanya.

Setiap Nova berkunjung ke kediaman orang tua Wilis, selalu berpenampilan bak seorang pria sejati.

“Potongan rambutnya selalu cepak dan selalu menggunakan jaket tebal,” ujar Andri, pemuda desa setempat.

Namun, kebanyakan warga atau tetangga Wilis, sebenarnya sudah lama menaruh curiga atas pengakuan Nova tentang status kelaminnya.

“Dari suara dan cara dia berjalan saja, saya yakin kalau dia adalah seorang wanita. Tapi saya tidak sampai hati untuk mengungkapkan hal ini kepada Wilis atau kakak Wilis, Eko,” ujar Andri.

Bahkan beberapa warga sering memergoki Nova saat melaksanakan Sholat Tarawih. Nova selalu memilih ambil soft atau deretan jemaah pria. “Saya sering sholat berdampingan dengan pacarnya Wilis. Dalam hati saya juga menaruh curiga, dari fisiknya saya yakin dia adalah perempuan,” ucap Zaelani. (Hery Priyantono/SM)