Pamali Tanam Padi di MT 3, Ini Sebabnya

76
Tanaman padi di Desa Bawak Kecamatan Cawas mengalami kekeringan akibat kurang air. Pemdes Bawak telah mengimbau petani tanam palawija pada musim tanam 3 (MT-3).(masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pemerintah Desa Bawak Kecamatan Cawas menghimbau petani untuk tidak menanam padi pada musim tanam 3 (MT-3). Sebaliknya, petani dihimbau menanam palawija karena karakteristik di MT-3 yakni terjadinya kekurangan air.

“Petani sudah dihimbau menanam dengan pola tanam padi, padi dan palawija. Kalau di musim tanam tiga tetap nekad tanam padi tapi nanti sampai gagal panen ya jangan salahkan kami,” kata Kepala Desa Bawak, Ponidi, Selasa (18/9/2018).

Tanaman palawija yang disarankan ditanam yakni jagung atau kedelai. Sebab saat ini tanaman jagung petani juga bagus-bagus. Sementara tanaman padi yang ditanam oleh petani tampak kering bahkan terancam mati akibat kekurangan air.

Ponidi menjelaskan luas lahan pertanian di Desa Bawak ada 68 hektar. 45 hektar diantaranya merupakan lahan irigasi tehnis dan sisanya tadah hujan. Karena pada MT-3 curah hujan minim dan kekurangan air maka petani dihimbau menanam padi.

Baca Juga :  Ekspresi Ceria Anak-anak Kampung Pelangi

Meski telah dihimbau menanam palawija namun tidak sedikit petani yang nekad tanam padi di MT-3. Padahal petani tidak punya sumur patok sebagai cadangan. Ini tentu berbeda dengan petani di wilayah lain seperti Trucuk, Ceper, Kalikotes, Juwiring dan lain sebagainya. Karenanya jika sampai terjadi gagal panen maka Pemdes Bawak tidak mau disalahkan.

Yunanto, salah seorang petani di Desa Bawak mengaku nekad menanam padi dengan harapan ada hujan turun. Namun kenyataannya tidak demikian karena tanaman padi yang baru dia tanam justru kekeringan dan terancam mati karena kurang air. (yve)