Pamong Desa Tuntut Dapat THR

477
Suasana finalisasi pembahasan Perbup soal THR bagi pamong, Rabu (30/05/2018) siang di ruang Bagian Hukum. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pamong desa terdiri dari lurah hingga staf dan tenaga honorer desa menuntut haknya, agar mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) pada Idul Fitri 1439 Hijriyah yang tinggal dua pekan lagi.

Hal itu mengacu PP Nomor 20/2018 sekaligus Keputusan Presiden untuk memberikan THR bagi PNS, TNI/Polri serta pensiunan.

Paguyuban Lurah dan Perangkat Desa “Tunggul Jati” awalnya akan menyampaikan aspirasi tersebut melalui aksi demo pada 31 Mei 2018.

Namun aksi diurungkan karena saat audiensi dengan Bupati Bantul Drs H Suharsono dijanjikan akan mendapat THR yang bisa diambilkan dari PAD Desa, pajak dan restribusi.

Hanya saja pencairan tersebut harus menunggu Peraturan Bupati (Perbub) yang finalisasinya dibahas di ruang rapat Bagian Hukum Pemkab Bantul, Rabu (30/05/2018) siang.

Baca Juga :  Panitia Terkejut, Peserta Kontes Burung Berkicau Membeludak

“Kita  menunggu Perbub ini disahkan. Setelah itu akan diikuti Peraturan Lurah Desa untuk pemberian THR tersebut,” kata Dra Ani Widayani, Ketua “Tunggul Jati” Bantul.

Adapun besaran THR menunggu Perbub tersebut keluar. “Diharapkan dengan pemberian THR membantu mencukupi kebutuhan lebaran bagi pamong desa,” kata Lurah Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro tersebut.

Nantinya besaran THR berdasarkan rapat finalisasi Perbub dan dijadwalkan dibagikan di bulan Juni ini. (sol)