Pancasila Itu Amalan Bukan Omelan

73
Anggota MPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM memberikan sambutan pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Minggu (09/09/2018), di Graha GPC Imogiri Bantul. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Banyak pihak menyuarakan pentingnya menjaga dasar negara Pancasila. Hanya saja, yang mereka lakukan terkesan hanya sekadar omelan di lisan saja, tidak sampai pada perbuatan atau amalan.

Hal ini disampaikan anggota MPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM, Minggu (09/09/2018), di Graha GPC Karangtengah Imogiri Bantul. “Wujud Pancasila sebagai amalan itu membantu yatim piatu, bakti sosial dan kita tidak boleh menzalimi orang lain,” ujarnya kepada wartawan.

Pada acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bersama Anggota MPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM itu, di hadapan 200-an generasi muda dari berbagai elemen, lebih jauh dia memaparkan saatnya sosialisasi Pancasila dilakukan tidak lagi secara lisan (bil lisan) tetapi dengan perbuatan nyata atau bil hal.

Ini penting karena sekarang ini Pancasila dalam keadaan bahaya,  diancam secara masif kiri dan kanan. “Kita rasakan Pancasila dalam keadaan sangat terancam secara sistematis,” ungkapnya.

Sebagai gerakan nyata sosialisasi Pancasila bil hal, Gandung Pardiman menyatakan dirinya berkomitmen menghimpun dan menyatukan elemen-elemen Pancasilais sejati dan nasionalis sejati yang cinta NKRI.

Baca Juga :  Keistimewaan DIY Memasuki Masa Krisis

Selain Pemuda Pancasila, Karang Taruna maupun Hipakad, salah satu yang juga dirangkul adalah Sedulur Imogiri. Organisasi ini memiliki 30-an ribu anggota di sosial media.

Politisi Partai Golkar asli Karangtengah Imogiri Bantul itu berharap jangan sampai wadah tersebut rapuh karena tidak dilandasi Pancasila sehingga mudah termakan hoaks.

Untuk membentenginya, generasi muda jangan sampai salah srawung dan salah asuh.

“Jika salah srawung berbahaya. Kesalahan Reformasi adalah menghilangkan pelajaran Pancasila sehingga generasi muda tidak merasakan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara. Generasi muda membutuhkan karya nyata yang riil,” paparnya.

Pemuda memang berada pada dua kaki pijakan yaitu antara realitas dan angan-angan. Supaya tidak hanya hidup di awang-awang dan pragmatis, maka perlu langkah nyata. “Setelah sosialisasi ini kita tindak lanjuti dengan kinerja. Karang Taruna yang tidur kita bangunkan,” tambahnya.

Peserta dan tamu undangan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Bersama Anggota MPR RI Drs HM Gandung Pardiman MM.  (sholihul hadi/koranbernas.id)

Gandung Pardiman prihatin, ketika Pancasila jadi omelan lamis, masih ada pengurus partai politik berani menyatakan Pancasila itu bukan dasar negara. “Ini berbahaya. Apakah itu khilafah ataukah itu Pancasila yang diperas?” ujarnya bertanya.

Baca Juga :  Era Berubah, Penyair Pilih Media Online

Menurut dia, inti dari Pancasila adalah pengendalian diri. Biarpun seseorang sudah sering sosialisasi Pancasila tetapi apabila tidak bisa mengendalikan diri, artinya Pancasila itu hanya sebagai omelan. “Orang hebat itu adalah yang mampu mengendalikan diri saat amarah,” tandasnya.

Dipandu moderator Drs Agus Mulyanto MM, pada acara itu narasumber John S Keban memaparkan pentingnya revitalisasi untuk mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila secara riil sehingga tetap relevan.

Menurut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar DIY ini, Pancasila merupakan ideologi terbuka. Masuknya  ideologi-ideologi baru menjadikan Pancasila seakan-akan tersudut.

Fenomena saat ini yaitu melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang dikhawatirkan membuat defisit anggaran negara, menunjukkan kuatnya pengaruh ideologi dari luar.

Dia sepakat semua eleman masyarakat perlu membangun kebersamaan demi mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila terbukti mampu meretas batas sehingga menjadi kekuatan nomor satu untuk menjaga kerukunan dan kebangsaan. (sol)