Pangkalan Nekad Jual LPG 3 Kilogram Rp  20.000

427

KORANBERNAS.ID–LPG 3 kilogram atau lebih dikenal dengan LPG melon merupakan barang subsidi pemerintah untuk rakyat miskin. Karena barang itu disubsidi maka pemasarannyapun telah ditentukan.

Di Jawa Tengah, tata niaga penyaluran LPG 3 kilogram diatur dengan SK Gubernur pada tahun 2015. Dalam SK itu ditentukan harga jual LPG 3 kilogram di tingkat agen Rp 14.500/tabung dan di tingkat pangkalan Rp 15.500/tabung. Namun di lapangan hampir semua pangkalan menjual dengan harga melebihi ketentuan.

Seperti yang terjadi di pangkalan milik Siti Sholihatun, Dukuh Nosutan Cawas. Saat ditemui di pangkalan miliknya, salah seorang karyawan mengaku harga LPG 3 kilogram Rp 20.000/tabung.

“Harganya ada dua macam. Kalau yang dikirim agen setiap Jumat seharga Rp 17.000 dan yang dikasih agen lain di daerah Gunung Gajah Bayat dijual Rp 20.000 per tabung,” kata karryawan itu kepada Koran Bernas.

Harga Rp 20.000 juga diakui salah seorang warga yang pada saat itu membeli LPG 3 kilogram di pangkalan yang tidak jauh dari Pasar Masaran Cawas.

Karyawan tersebut menceritakan, oleh agen, pangkalan itu dikirimi 40 tabung setiap hari Jumat. Agen yang dimaksud yakni PT Panca Putera Manunggal (PPM) Klaten. Namun begitu ada kiriman langsung habis karena seluruh karyawan juga membeli rata-rata 2 tabung.

“Total karyawan ada 25 orang sudah termasuk bengkel. Kalau satu orang beli 2 tabung ya langsung habis,” ujarnta.

Karenanya, untuk menghindari kekosongan stok, pihak pangkalan menerima kiriman dari agen lain. LPG 3 kilogram dari agen lain itulah yang kemudian dijual seharga Rp 20.000.

Sementara itu pihak agen, PT PPM Klaten selaku pembina pangkalan Siti Sholihatun yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu akan hal itu dan berjanji akan segera mengecek. “Belum tahu pak. Nanti akan kami cek. Kami berterimakasih sekali informasinya,” kata Nova, petugas di PT PPM saat dihubungi melalui telepon selularnya.

Kejadian serupa terjadi di pangkalan milik Badarudin, di Desa Tulung Kecamatan Tulung.  Menurut pengakuan warga, harga LPG 3 kilogram di sana Rp 18.000/tabung. Namun ketika dikonfirmasi Badarudin membantah.

“Kalau saya menjual tetap Rp 15.500, tapi kalau ada yang beli Rp 18.000 mungkin yang jual adalah istri atau anak saya,” ujar Badarudin yang juga perangkat di Desa Tulung.

Apapun argumen yang diberikan, Badarudin tetap tidak diperbolehkan pihak agen pembinanya yakni PT Parama Laksita. Pimpinan PT Parama Laksita, Suhono mengaku telah memberikan teguran kepada Badarudin. (SM)