Panglima TNI Lihat Pelangi di Pendapa Pangeran Diponegoro

161
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bernyanyi di atas panggung, Senin (19/03/2018), di Pendapa Museum Monumen Pangeran Diponegoro Tegalrejo Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan dirinya sangat terkesan bisa hadir di Pendapa Monumen Pangeran Diponegoro Museum Sasana Wiratama Tegalrejo Yogyakarta, Senin (19/03/2018) malam.

Di hadapan para perwira TNI dan Polri, bintara, tamtama serta prajurit pada acara Makan Malam Panglima TNI Bersama Aparat TNI dan Polri Daerah Istimewa Yogyakarta, Hadi Tjahjanto pun mengucap syukur bisa berada di tempat bersejarah, bekas rumah kediaman pahlawan nasional Pangeran Diponegoro.

“Ini pertama kali saya berdiri di sini. Kalau saya tidak jadi Panglima TNI, saya tidak bisa berdiri di sini. Alhamdulillah. Saya melihat pelangi di pendapa ini,” tuturnya.

Pelangi yang dia maksudkan adalah keindahan warna-warni seragam TNI dari tiga matra yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta Polri. Semuanya menyatu di satu tempat. Ada biru, hijau, cokelat.

Inilah bukti soliditas TNI dan Polri. Sampai-sampai, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berujar dirinya seolah-olah bisa merasakan menjadi Panglima ABRI.

Menurut Marsekal Hadi Tjahjanto, soliditas seperti inilah yang sudah lama diinginkan oleh masyarakat, enak dilihat sehingga masyarakat merasakan aman dan damai. “Soliditas ini akan kita jaga demi tegaknya NKRI,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemendes PDTT Sebut Dlingo Desa yang Luar Biasa
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diwawancarai . Di tahun politik, dia tegaskan TNI dan Polri sudah berkomitmen netralitas adalah segalanya. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Setiap kali melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah Panglima TNI mengakui dirinya bisa merasakan suasana yang dingin dan tenang tatkala semua unsur TNI dan Poliri menyatu sewaktu menyambutnya. “Mudah-mudahan soliditas ini terus berlanjut dan dipertahankan, InsyaAllah, sampai akhir zaman,” tegasnya.

Prinsipnya, lanjut dia, tugas TNI dan Polri itu berbeda namun memiliki tujuan sama. Di sinilah pentingnya terus dibangun soliditas. Apabila negara dalam kondisi perang maka polisi bertugas membantu TNI.

Ketika negara dalam kondisi aman, TNI membantu tugas-tugas Polri. Itu semua harus dilakukan secara bersama-sama dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Memasuki tahun politik 2018 dan Pemilu 2019 yang diawali penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 171 daerah, dia mengakui, inilah tugas berat yang  harus diemban oleh TNI dan Polri.

TNI sudah berkomitmen kuat siap membantu polisi mengamankan pesta demokrasi. “Dengan soliditas InsyaAllah Pilkada 2018 aman dan lancar,” kata dia.

Baca Juga :  Apresiasi untuk Program Smart City Sleman

Dalam kesempatan itu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kembali menegaskan, TNI dan Polri sudah berkomitmen netralitas adalah segalanya.

Memang, lanjut dia, ada mantan perwira yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Artinya, calon tersebut sudah tidak ada hubungannya lagi dengan institusi TNI dan Polri.

Tidak boleh seorang pun dari TNI dan Polri yang masih aktif memberikan dukungan politik untuk seniornya. Tidak ada lagi bantuan tenaga maupun kendaraan. “Semua sudah putus. Itu sudah komitmen. Namun hubungan silaturahmi tetap dijaga,” ujarnya.

Selain menyampaikan pengarahan, pada acara yang dikemas santai diiringi penampilan Sinergi Band, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pun naik panggung membawakan beberapa lagu.

“Waktu SMA tahun 1982 pasti ingat lagu ini, filmnya dibintangi oleh Rano Karno,” ungkapnya seraya membawakan lagu berjudul Galih dan Ratna.

Tak pelak, semua langsung berdiri kemudian ikut bernyanyi. Bahkan para Karbol Akademi Angkatan Udara (AAU) langsung membentuk formasi persis di depan panggung dan berjoget ala militer. (sol)