Pantai Glagah Tetap Jadi Ampiran 

167
Suasana petang di Pantai Glagah, Kulonprogo. Pantai ini tetap menjadi primadona, terbukti dari tingginya kunjungan wisatawan saat liburan akhir tahun 2018. (dokumentasi)

KORANBERNAS.ID–Pantai Glagah masih menjadi pusat daya tarik berwisata di Tahun Baru 2018 ini. Ada 15.000 wisatawan berkunjung saat hari libur Tahun Baru, Senin (01/01/2018)

Agus Subiyanto petugas TPR mengatakan puncak kunjungan di Pantai Glagah terjadi pada 1 Januari 2018. Hingga sore hari, tercatat sebanyak 15.345 wisatawan datang berkunjung.

Jumlah tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibanding hari sebelumnya (31/12/2017) atau malam perayaan pergantian tahun yang hanya 7.739 wisatawan. Padahal, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memusatkan perayaan pergantian tahun di pantai ini dengan menggelar pesta kembang api dan pentas seni pertunjukan tradisional.

Untuk libur Natal 25 Desember 2017, meski terhitung libur panjang serupa, tercatat hanya ada sekitar 4.000 pengunjung yang datang berwisata ke Pantai Glagah.  “Secara umum pada musim libur ini, pengunjung didominasi wisatawan dari luar daerah. Mereka menghabiskan musim libur di pantai sebelum kembali ke kota asal,” ujar Agus.

Baca Juga :  "Gerombol Malam" Bakal Jadi Seragam Purbalingga

Pantai Glagah menjadi pusat perayaan malam tahun baru oleh Bupati Hasto Wardoyo. Bupati dan pejabat muspida Kulonprogo juga mengunjungi pelabuhan Tanjung Adikarta seberang Pantai Glagah yang ada pesta lampion dan pentas band.

Obyek wisata lain yang dibanjiri wisatawan adalah Kalibiru di Kokap dan Hutan Mangrove di Jangkaran Temon barat calon bandara.

Di Kalibiru, puncak kunjungan wisata terjadi pada 31 Desember 2017 hingga malam pergantian tahun. Saat itu, menurut Sumarjono selaku pengelola, tercatat ada 3.370 wisatawan yang datang untuk merayakan momen detik-detik menuju Tahun Baru 2018.

“Kami tidak menggelar acara khusus, hanya ada pesta kembang api. Namun, jumlah pengunjung memang cukup padat,” katanya, Senin (01/01/2018) petang.

Baca Juga :  Kaya Raya dari Youtube, Ini Dia Caranya

Namun menurutnya  Senin 1 Januari 2017, kunjungan sedikit menurun hanya 3.100 wisatawan.

“Wisatawan paling banyak berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitar 28 persen turis mancanegara. Secara umum semuanya cenderung stabil dan tidak crowded,” ujarnya

Di hutan wisata mangrove Jangkaran Temon, tercatat ada sekitar 7.000 wisatawan yang berkunjung pada 1 Januari 2017. Mereka terbagi di empat titik wisata yang dikelola kelompok berbeda dan tergabung dalam sekretariat bersama (sekber) wisata mangrove. Yakni, kelompok Maju Lestari, Wana Tirta, Api-api, dan Pasir. (SM)