Partisipasi Pemilih Pilkades Lebih Tinggi  Dibanding Pilbup

287
Kampanye pilkades serentak Kebumen bersih tanpa wuwuran, dipasang di berbagai lokasi. Salah satunya di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Partipasi masyarakat dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Rabu (06/09/2017) lebih tinggi dibanding pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kebumen 2015. Persentase rata-rata Pilkade serentak 68 persen. Sedangkan saat Pilbup Kebumen 2015 hanya 64,95 persen. Kampanye pilkades bersih wuwuran ternyata tidak mengurangi partisipasi pemilih pilkades kali ini

Data yang diperoleh koranbernas.id dari Bagian Tata  Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan, dari 49 desa yang menyelenggarakan  pilkades, hanya 16 desa yang angka partisipasi pemilih dibawah 65 persen. Sebagian besar desa lainnya persentase partisipasi  pemilih diatas 65 persen.

Desa dengan partisipasi pemilih paling rendah adalah Kalijaya, Kecamatan Alian, Kebumen. Desa dengan 2 calon pasangan  suami istri jumlah pemilih terdaftar ada 3028 orang. Yang menggunakan hak pilihnya hanya 1211 atau 39,99 persen. Desa dengan persentase partisipai pemilih paling tinggi, Desa Arjawinangun, Kecamatan Buluspesantren Kebumen. Di desa ini, ada 782 pemilih terdaftar. Dari jumlah tersebut, yang menggunakan hak pilihnya tercatat 626 orang atau 80, 05 persen.

Baca Juga :  Diduga Pembunuhan Itu Direncanakan

Menanggapi hal ini, Bupati Kebumen HM Yahya Fuad Jumat (08/09/2017), mengaku gembira dengan tingginya partisipasi pemilih pilkades.

Kampanye pilkades bersih tanpa wuwuran ternyata tidak mempengaruhi antusiasme warga pemilih untuk menggunakan hak politiknya.

“Katakanlah pada Pilbup 2015 wuwuranya 90 persen, sekarang yang tidak wuwuran 90 persen,” kata HM Yahya Fuad .

Kondisi  semacam  ini bisa menjadi modal saat pelaksanaan pemilu mendatang yang lebih baik, terutama dalam pelaksanaa pileg. “Kasihan anggota DPRD, penghasilanya tidak banyak,  jika  tetap ada wuwur,“ kata HM Yahya Fuad.

Pada pemilu mendatang diharapkan, ada sejumlah calon  legislatif yang mendeklarasikan pemilu bebas dari politik uang.  Jika separuh dari caleg  yang mendeklarasikan pemilu tanpa  politik uang/bebas wuwuran akhirnya terpilih, sedikit demi sedikit praktek politik uang bisa berkurang. (nanang w hartono/SM)

Baca Juga :  Alun-Alun Jadi Tempat Wisata Edukasi