Pasar Hewan Pindah ke Lokasi Baru

634
Prosesi pindahan pasar hewan Kulonprogo ke lokasi baru, Kamis (07/12.2017). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.IDBoyongan warga terdampak bandara ke rumah relokasi dilakukan dengan prosesi arak arakan. Demikian juga pindahan pasar hewan Pengasih Kulonprogo, Kamis (07/12/2017).

Arak-arakan berlangsung semarak. Sapi yang besar dan gagah berada di barisan depan. Sapi itu menarik gerobak yang ditumpangi para pejabat dan pedagang. Ada empat gerobak ikut serta dalam prosesi pindahan pasar hewan kali ini.

Para pedagang antusias mengikuti kirab boyongan menggunakan gerobak sapi dan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Mereka berbaur dengan Assek II Pemkab Kulonprogo, Triyono,  Kepala Dinas Pertanian, Bambang Tribudi,  Camat Pengasih Santosa dan pejabat lainnya pagi itu. Pasaran Legi dipilih pedagang karena pasar hewan Pengasih buka setiap hari pasaran tersebut.

“Harapannya transaksi akan lebih maksimal di sini (Pasar Hewan Terpadu). Daya tampungnya di sini juga lebih besar,” kata Triyono, Asisten Sekda Kulonprogo Bidang Perkonomian Pembangunan dan SDA.

Baca Juga :  Alat Berat Padati Calon Lokasi Bandara

Pasar Hewan Terpadu mulai dibangun 2015 dan sampai sekarang terus dilanjutkan sehingga fasilitasnya akan lebih baik. Daya tampungnya lebih besar.

Suasana pasar hewan yang baru. (sri widodo/koranbernas.id)

Pasar dipindah karena pasar lama sudah tidak representatif lagi. Dari sisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), peruntukan kawasan pasar lama merupakan perkantoran dan untuk pendidikan atau sekolah. Pasar lama berdempetan dengan SMK I Pengasih.

Pasar dipindah ke arah utara kurang dari satu kilometer. “Pasar lama di jalan provinsi cukup padat lalu lintas, sehingga sangat mengganggu kelancaran lalu-lintas. Pemda berinisiatif memindahkan pasar hewan di Pengasih itu ke sini (Pasar Hewan Terpadu),” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono, mengungkapkan dibangunnya Pasar Hewan Terpadu agar bisa menampung semua komoditas peternakan, mulai dari sapi, kambing, unggas basah, unggas kering, burung, pasar rumput, juga sarana produksi peternakan.

Baca Juga :  Perusahaan Besar-UMKM Didorong Perkuat Kemitraan

“Pasar yang baru kurang lebih luasnya 4,6 hektar ini harapan kami menjadi pasar hewan terpadu Kulonprogo dan bisa menampung para pedagang Kulonprogo dan sekitarnya,” tuturnya.

Aktivitas pedagang di pasar hewan yang baru. (sri widodo/koranbernas.id)

Meski demikian fasilitas bangunan pasar baru belum lengkap.  Dan akan dilakukan pembenahan serta penambahan-penambahan.

Pada 2018 akan dilakukan penambahan shelter unggas, area parkir, shelter transaksi untuk kambing serta sapi, kuliner di shelter kambing dan sapi, sekaligus fasilitas umum termasuk mushala.

“Ke depan, pasar burung dan pasar rumput yang ada di Gawok (Wates), secara bertahap juga akan kami pindahkan ke sini. Karena sesuai RTRW lokasi yang lama merupakan kawasan untuk perkotaan,” imbuhnya.

Olan Suparlan selaku perwakilan paguyuban pedagang sapi, kambing, dan unggas, menyambut baik kepindahan pasar hewan ke lokasi baru.

Dia berharap berpindahnya ke pasar yang baru dapat membuat aktivitas perdagangan lebih nyaman serta mberikan peningkatan perekonomian masyarakat. (sol)