Pasar Prambanan Kini Empat Lantai

485
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI didampingi Sekda Sumadi SH MH berdialog dengan pedagang Pasar Prambanan usia diresmikan, Rabu (09/05/2018) sore. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI meresmikan beroperasinya pasar Prambanan, Rabu (09/05/2018) sore. Bangunan pasar tersebut  kini menjadi empat lantai.

Pada kesempatan tersebut diluncurkan aplikasi pemantauan harga pangan berisi informasi harga komoditas pangan secara real time, untuk meminimalisasi disparitas harga.

Tampak hadir Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia Wiwik Setyawati Firman, Ketua DPRD Sleman, Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Sekda Sleman, Assekda, Kepala Dinas dan instansi terkait.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman, Ketua DPRD, Dubes RI untuk Finlandia & Estonia serta Sekda Sleman mengundi hadiah utama belanja berhadiah di pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindag Sleman Dra Tri Endah Yitnani menyampaikan, revitalisasi enam pasar tradisional yakni Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan, Pasar Sleman Unit I, Pasar Klitikan dan Pasar Prambanan, rampung pada 2017.

Revitalisasi pasar menggunakan dana APBN, APBD DIY dan APBD Sleman. Total dana mencapai Rp 176 miliar meliputi APBD Sleman Rp 127 miliar, APBD DIY Rp 17 miliar. Untuk pembebasan tanah Rp 32 miliar.

Sedangkan penataan pedagang pasar ke bangunan baru di Pasar Tegalsari, Pasar Kalasan, Pasar Gentan dan Pasar Sleman Unit I, selesai dilaksanakan bulan Februari dan Maret 2018.

Penataan di pasar Prambanan sudah dimulai dengan proses sosialisasi dan pengundian tempat dasaran sejak 11 April dan pada tahap satu telah menempatkan pedagang sejumlah 1.760 orang, sisanya masih dalam proses verifikasi.

Endah menandaskan intinya pedagang pasar Prambanan lama semua tertampung di Pasar Prambanan yang baru. Lantai I untuk komoditas kering seperti pakaian, konveksi, asesoris, counter HP, emas. Lantai II dagangan basah meliputi sayur, buah, daging, bumbu-bumbu.

Lantai III khusus dagangan yang dijual secara borongan atau grosir untuk kulakan para pedagang krombong dan lantai IV untuk tempat parkir dan masjid yang dilengkapi kafe serta warung warung makan dengan latar belakang Candi Prambanan.

Kereta gantung

Ke depan lantai IV akan dikoordinasikan dengan PT TWC selaku pengelola Candi Prambanan untuk pasar kerajinan dan ceinderamata.

Muncul wacana, kemungkinan ke depan akan dibuat kereta gantung yang menghubungkan Candi Prambanan, Pasar Prambanan, Candi Ratu Boko dan Tebing Breksi, guna menarik minat wisatawan.

Bupati Sleman  Sri Purnomo menyampaikan Keberadaan pasar tradisional di wilayah Sleman harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

Bagi masyarakat, pasar tradisional tidak hanya untuk sekadar tempat transaksi belanja tetapi juga menjajakan hasil produksi dan melakukan interaksi sosial.

Kawasan wisata

Dengan revitalisasi ini, diharapkan Pasar Prambanan Baru ini lebih kondusif, bersih, rapi, sehat, tertib, dan aman, sehingga mampu menarik pembeli dan memberikan keuntungan lebih bagi para pedagang serta menambah laju perputaran roda perekonomian di wilayah Kecamatan Prambanan.

Keberadaan Pasar Prambanan Baru ini tentunya diharapkan dapat menjadi sarana masyarakat untuk  mengembangkan aktivitas ekonomi produktif di kawasan wisata.

Bupati mengingatkan para pedagang memiliki kesadaran dan tanggung jawab menciptakan Pasar Prambanan Baru ini bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya.

“Saya berpesan semua pihak baik pembeli, pedagang dan masyarakat untuk merawat pasar ini, sehingga senantiasa bersih dan sehat,” kata Sri Purnomo. (sol)