Pasar Tegalgondo Siap Dibangun

214
Kios Pasar Tegalgondo yang akan dibangun. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Pembangunan kios Pasar Tegalgondo Kecamatan Wonosari Klaten dimulai pada 31 Mei 2018. Sebelum dibangun, para pedagang kios terlebih dahulu direlokasi ke pasar darurat.

Sayangnya, pasar darurat tersebut hingga kini belum juga ada meski dalam sosialisasi beberapa waktu lalu dijanjikan relokasi pedagang kios pada pertengahan puasa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Klaten, Abdul Mursyid, mengatakan pasar darurat sudah dimulai pembangunannya.

“Ini sudah dimulai pasar daruratnya. Pertengahan puasa pedagang direlokasi ke pasar darurat agar pembangunan kios bisa dimulai,” katanya, Kamis (24/05/2018).

Mantan Kepala DPU dan staf ahli bupati itu menjelaskan pasar darurat dan kios dibangun oleh CV Analisa Klaten. “Jadi yang garap semua Analisa. Anggaran pasar daruratnya Rp 60 juta,” jelas Mursyid.

Baca Juga :  Industri Pembiayaan Makin Kompetitif

Di tempat terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan kios Pasar Tegalgondo Hery Susilo mengatakan kontrak kerja pembangunan kios Rp 1,899 miliar yang dimulai 31 Mei hingga 26 November 2018.

“Penyedia jasanya CV Analisa. Jadi nanti ada 30 kios yang dibangun dengan letter U samping dan belakang. Kios yang di depan pinggir jalan raya kan sudah,” ujar Hery yang juga Plt Kabid Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Klaten itu.

Pernyataan berbeda diungkapkan pihak CV Analisa saat dikonfirmasi terkait pembangunan pasar darurat Pasar Tegalgondo. “Pembangunan pasarnya ya, tapi pasar daruratnya tidak, Mas,” kata pihak CV Analisa.

Seperti disampaikan dalam sosialisasi pada 16 Mei 2018 di aula Kantor Kepala Desa Tegalgondo, pasar darurat akan dibangun di lapangan Tegalgondo tepatnya di belakang pasar. Relokasi pedagang akan dilaksanakan pertengahan puasa.

Baca Juga :  Bus Dilarang Naik Dlingo

Beberapa hari lalu para pedagang kios mempertanyakan mengapa pasar darurat belum juga ada tanda-tanda mau dibangun.

Akibatnya pedagang bingung harus berbuat apa. Sementara pedagang lain memilih tetap berjualan seperti biasa sambil menunggu pasar darurat dibangun. (sol)