Pasca-teror Bedog Pengamanan Tempat Ibadah Ditingkatkan

186

KORANBERNAS.ID — Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berjanji akan meningkatkan keamanan di tempat ibadah menyusul aksi teror orang bersenjata tajam di Gereja Santa Lidwina Jalan Jambon Bedog Sleman, Minggu (11/02/2018) pagi.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah,” kata Sri Purnomo, Senin (12/02/2018).

Sebenarnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman  selama ini rutin menggelar kegiatan pertemuan bersama.

“FKUB selalu berkoordinasi bila menemukan suatu permasalahan, mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan,” kata Sri Purnomo.

Untuk langkah selanjutnya, pihaknya mengimbau tempat ibadah memasang kamera pengawas atau CCTV.

“Demi keamanan kami imbau di tempat strategis dipasang CCTV. Semua tempat ibadah, gereja, masjid sehingga dari jarak jauh jika ada sesuatu mencurigakan bisa dideteksi lebih awal,” katanya.

Sri Purnomo mengaku kaget dan prihatin dengan peristiwa penyerangan di Gereja Santa Lidwina serta meminta pelaku diproses hukum.

“Penyerangan dilakukan orang dari luar daerah, mengusik situasi di Sleman dan DIY,” katanya.

Kejadian penyerangan tersebut bermula pada Minggu, 11 Februari 2018 sekitar pukul 07:30, dilakukan seseorang tidak dikenal yang kemudian diketahui bernama Suliyono (22) warga Krajan RT 02 RW 01 Kandangan Pesanggrahan Banyuwangi Jawa Timur.

Sebelumnya Kapolres Sleman AKBP Firman Lukmanul Hakim mengatakan, saat itu pelaku masuk dari pintu gereja bagian barat langsung menyerang korban Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang kanopi membubarkan diri.

“Pelaku kemudian masuk gedung utama gereja sambil mengayun- ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat membubarkan diri. Selanjutnya pelaku berlari ke arah koor dan langsung menyerang romo Prier yang sedang memimpin misa dan pelaku masih menyerang para jemaat yang masih berada di dalam gereja dan mengenai korban Budi Purnomo,” katanya.

Firman mengatakan, petugas Polsek Gamping yang dihubungi melalui telepon selanjutnya mendatangi TKP. Aiptu Munir mencoba melakukan negosiasi dan meminta pelaku menyerahkan diri.

Namun pelaku berusaha menyerang petugas sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan. Pelaku masih saja menyerang dan mengenai tangan Aiptu Munir.

“Petugas terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan mengenai perut sehingga dapat dilumpuhkan,” katanya. (sol)