Pasokan Daging Ayam Berkurang

45
ilustrasi. (batamnews)

KORANBERNAS.ID–Disinyalir dalam beberapa hari terakhir ini, pasokan daging  ayam potong di Kebumen berkurang. Sehingga tidak semua konsumen kebagian .

Di sejumlah pasar tradisional, daging ayam sudah habis  sebelum tengah hari. Pembelinya sebagian besar pedagang bakso atau soto. Konsumen lainnya yang dating ke pasar siang hari, harus menelan rasa kecewa karena los daging di pasar tersebut sudah sepi pasokan daging ayam.

Pengamatan  koranbernas.id di Pasar Tumenggungan Minggu (30/09/2018) dan Senin (01/10/2018)menunjukkan, sebelum jam 10.00 WIB, persediaan daging ayam potong sudah menipis. Tengah hari, terlihat tinggal beberapa kilogram daging ayam yang tersedia di los dan pedagang kaki lima.  Itupun dengan kualitas daging yang sudah  menurun, karena tidak menggunakan  lemari pendingin.

Baca Juga :  DPRD Setujui Kenaikan Retribusi Pasar

Seorang pedagang daging ayam mengatakan, di pagi hari persediaan daging cukup banyak. Namun tidak sampai siang, dagangan mereka diborong pedagang bakso atau soto. Pedagang bakso atau soto, biasanya membeli dalam jumlah beberapa kilogram.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kebumen  Purnowati dan Kepala  Bidang Perdagangan pada  Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kebumen Sri Masyuroh, yang dikonfirmasi terpisah Senin (01/10/2018) menyakinkan, pasokan daging ayam di pasar tradisional tidak berkurang. Persediaan mencukupi untuk kebutuhan di Kebumen.

“Harga daging ayam potong 3 hari terakhir mencapai 25.500 rupiah,” kata Sri Masyuroh.

Purnowati mengatakan, daging ayam potong di pasar pasar tradisional, berasal dari peternak rakyat, bukan peternak inti plasma. Peternak plasma menjual ayam siap dikonsumi kepada intinya. Antara plasma dan inti sudah ada perjanjian pembelian ayam siap konsumsi.

Baca Juga :  Pemudik Bisa Lintasi JLSS

Dengan demikian, tidak terjadi anjloknya harga daging ayam potong di pasar-pasar tradisional.  Harga jual biasanya sudah disepakati inti dan plasma.

Daging ayam yang dijual di pasar-pasar tradisional, berasal dari peternak kecil non inti plasma. Cara memperdagangkan secara terbuka, tidak menggunakan sarana lemari pendingin. Hal ini tidak berarti ada kelangkaan daging  ayam ras. (SM)