Pasung Hantui Orang Dengan Gangguan Jiwa

94
Suasana rapat koordinasi pengendalian ODGJ di Kebumen, Selasa (28/8/2018 (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Keputuasaan keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah seringkali berdampak buruk. Sebagian keluarga ODGJ memilih tempat tempat ilegal untuk penamungan ODGJ seperti pasungan. Padahal cara itu melanggar hukum di Jndonesia.

Prof Harry Minas, pengajar University Of Melbourne Australia sekaligus Visitor Profesor Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) menyampaikan hal itu pada rapat koordinasi pengendalian ODGJ di Kebumen, Selasa (28/8/2018). Menurutnya, kKeluarga sebenarnya menginginkan ada tempat yang lebih baik untuk merawat mereka. Namun mereka tidak menemukan tempat itu, sehingga memilih tempat penampungan ilegal.

“Pemerintah perlu memperhatikan lebih prioritas ODGJ,” ujarnya.

Ia menunjukkan tempat ilegal penampungan ODGJ di Desa Winong, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Di rumah milik Marsiyo itu sebagian besar penghuninya dipasung dengan cara dirantai di kedua kaki ODGJ. Harry berharap pemerintah bisa segera menutup tempat itu.

Baca Juga :  “Apa Artinya Uang Kalau Tidak Sehat...”

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu Anak dan Keluarga Berencana Kebumen dr Budi Satrio MKes mengungkapkan, sekarang sebagian besar penghuni tempat penampungan ilegal bukan warga Kebumen. Hampir setahun terakhir ini, pihaknya mengevakuasi penghuni penduduk Kebumen darui tempat itu ke rumah singgah eks psikotik Dosaraso. Penghuninya justru bukan warga Kabupaten Kebumen saat ini.

“Upaya koordinasi dengan dinas tehnis kabupaten/kota asal ODGJ yang berada di rumah Marsiyo sudah dilakukan. Namun mereka terkesan tidak peduli warganya. Koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga pernah dilakukan. Namun belum menggugah dinas tehnis kabupaten/kota asal ODGJ,” tandasnya.

Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TKJM) Kebumen, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr Hj Y Rini Kristiani MKes, telah bekerja optimal untuk mengurus kesehatan jiwa. Diantaranya memberi pelatihan piñata laksanaan kesehatan jiwa kepada perawat kesehatan jiwa di 35 puskesmas, serta menyediakan obat obatan untuk pasien jiwa. Pelayanan kesehatan jiwa keluarga miskin di puskesmas gratis.

Baca Juga :  Pramono Anung Malu Lihat Bandara Jogja

Penampungan ilegal tetap bertahan karena keluarga ODGJ yang menginginkan. Sudah ada upaya menyediakan tempat pelayanan kesehatan jiwa di 35 puskesmas di Kebumen. Namun sebagian keluarga ODGJ memilih tempat penampungan ilegal.

“Tidak hanya di Winong. Masih ada beberapa tempat penampungan ODGJ di Kebumen,“ kata Rini Kristiani. (yve)